Home Ekonomi APTI Prediksikan Tahun 2022 Sulit Dilalui Petani Tembakau

APTI Prediksikan Tahun 2022 Sulit Dilalui Petani Tembakau

Jakarta, Gatra.com - Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Soeseno memprediksikan tahun 2022 ini akan sangat sulit dilalui oleh para petani tembakau.

Berdasarkan data yang dikumpulkan APTI, jumlah penanaman tembakau saat ini hanya mencapai 40%. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh cuaca yang tidak mendukung.

"Jadi ada penurunan sekitar 60%," katanya di Jakarta, Selasa (19/7).

Kondisi ini, lanjutnya, akan sangat tidak menguntungkan petani tembakau. Apalagi, jika pada Oktober nanti pemerintah kembali menaikkan tarif cukai.

"Pasar pertembakauan akan bergejolak sangat. Sudah tidak diuntungkan musim, tidak diuntungkan regulasi. Petani susah," tegasnya.

Selain itu, Soeseno juga mengatakan bahwa kondisi ini juga akan menyebabkan suplai tembakau bagi pabrik rokok berkurang signifikan. Akibatnya, akan terjadi kenaikan impor tembakau.

"Ditambah tekanan-tekanan dan regulasi, harga akan jadi sangat buruk bagi petani. Tahun-tahun ini akan menjadi sangat susah bagi para petani," ucap Soeseno.