Home Sumbagteng Hasbi Anshory: Kalau TA Pungut BSPS, Saya Pecat Hari Ini

Hasbi Anshory: Kalau TA Pungut BSPS, Saya Pecat Hari Ini

Batanghari, Gatra.com – Dua telinga Anggota Komisi I DPR RI, H. Hasbi Anshory, mendadak panas mendengar isu pungutan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). 

Legislator Partai NasDem daerah pemilihan (Dapil) Jambi ini langsung turun lapangan bersama Wakil Bupati Batanghari, H. Bakhtiar. Mereka menuju Desa Mekar Sari dan Mekar Jaya, Kecamatan Bajubang.

Setibanya di lokasi, Hasbi dan Bakhtiar beserta rombongan melangkahkan kaki ke rumah warga penerima BSPS. Program ini berasal dari Kementerian PUPR. Dialog ringan keduanya dengan pemilik rumah tampak serius.

"Apakah Bapak pernah diminta pungutan oleh oknum selama pekerjaan bedah rumah melalui program BSPS ini? Kalau ada, tolong kasih tahu saya siapa orangnya," tanya Hasbi kepada pemilik rumah, Senin (19/7). 

Sontak pertanyaan ayah empat anak ini bikin kaget. Pemilik rumah dengan lantang bilang tak ada seorang pun datang minta "jatah". Ia bahkan mengucapkan terima kasih rumahnya kebagian program BSPS berkat tangan dingin Hasbi Anshory.

"Alhamdulillah tak ada Pak Hasbi. Terima kasih Pak, terima kasih Pak Wabup atas bantuan pemerintah ini. Sekali lagi terima kasih banyak Pak," jawab lelaki itu dengan logat Jawa.

Hasbi meradang bukan tanpa alasan. Ia tak ingin warga penerima BSPS menanggung beban akibat ulah oknum mengatasnamakan dirinya guna meraup keuntungan pribadi. 

"Saya terima kasih kepada Kepala Desa yang telah mengusulkan BSPS melalui Tenaga Ahli (TA) saya. Sebab kalau tak diusulkan susah juga mendapat bantuan ini," kata mantan Anggota DPD RI periode 2009–2014.

"Saya tegaskan bahwa program BSPS tak ada pungutan sepeser pun. Sekali lagi saya tegaskan, tak ada pungutan sepeser pun. Kalau ada yang pungut, kirim WA ke saya. Kalau TA saya yang pungut, saya pecat hari ini juga," ucap Hasbi bergetar.

Semisal nanti ada TA minta duit minyak, kata Hasbi, jangan pernah diberikan, tak ada itu. Sebab semua program BSPS murni dibiayai oleh negara. Ia hadir bersama Wabup Bakhtiar guna memastikan sebagai fungsi pengawasan DPR RI bahwa tak ada pungutan.

"Saya pernah memberikan bantuan masjid melalui PSBI (Program Sosial Bank Indonesia) sewaktu duduk di Komisi XI. Tiba-tiba ada yang WA (WhatsApp) ke saya bilang bahwa dari 10 masjid yang Bapak bantu, kami mau menyumbang 1 juta," ujarnya.

"Saya langsung bilang tak ada pungutan. Padahal lumayan kan 10 juta. Saya langsung bilang perut saya bisa pecah kalau makan duit masjid," katanya.

Bagi masyarakat Jambi, khususnya Kabupaten Batanghari jangan sungkan melaporkan jika menemukan ada pungutan program pemerintah Pusat. Ia minta pelapor harus konsisten dengan laporannya.

"Karena nomor telepon saya dari kuliah sampai sekarang tak pernah berubah. Tapi kalau ditanya siapa yang pungut, lalu jawaban pelapor tak tahu, itu main-main namanya," ucap dia.

Wabup Bakhtiar mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas bantuan ini yang disalurkan oleh Hasbi Anshory. Ia berharap bantuan-bantuan lain bisa segera menyusul masuk Kabupaten Batanghari.

"Semoga ke depan bantuan ini dapat bertambah untuk membantu masyarakat Batanghari," ujarnya.

Ketua DPD NasDem Batanghari ini meyakini banyak program-program dari pemerintah Pusat yang bisa dibawa Hasbi Anshory ke daerah. Ia mencontohkan sewaktu Hasbi di Komisi XI pernah membantu petani ikan keramba Desa Aro, Kecamatan Muara Bulian.

"Semoga desa-desa ini terlihat bagus ketika bantuan ini kita manfaatkan sebaik-baiknya," ujar dia.

Bakhtiar berujar, kegiatan ini merupakan bentuk dari sinergi, koordinasi, dan komunikasi antara tingkat desa, pemerintah daerah dan pemerintah pusat melalui anggota DPR RI.

"Mudah-mudahan hal yang seperti ini membawa berkah bagi kita semua. Terima kasih kepada Bapak Hasbi atas perjuangannya untuk masyarakat Batanghari," katanya.

Perjalanan menyerahkan BSPS bersama Wabup Bakhtiar berlanjut menuju Desa Teluk, Kecamatan Pemayung. Desa pimpinan Abdussomad ini kebagian jatah BSPS sebanyak 14 rumah.

"Saya berterima kasih, warga kami mendapat bantuan BSPS. Saya juga ikut senang karena melihat warga yang menerima raut wajahnya cerah," kata Abdussomad.

Perwakilan Balai Perumahan Provinsi Jambi, Sentot Supendi, mengapresiasi kepada para penerima BSPS. Alasannya, pembangunan rumah dikerjakan tepat waktu. Ia minta warga merawat bantuan dengan sebaik-baiknya.

"Alhamdulillah semua rumah sudah selesai dan dapat diselesaikan dengan baik berkat perjuangan Bapak Hasbi Anshory dapat terealisasi. Di Batanghari ini ada 176 BSPS yang diterima masyarakat," ujarnya.

Wabup Bakhtiar dan Hasbi Anshory kemudian melakukan penandatanganan dalam peresmian Rumah Tahfiz Tis'atul Ikhwan Dusun 1, Desa Teluk RT 01, Kecamatan Pemayung.