Home Kalimantan Ikan Melimpah, Investor Belum Ada yang Tertarik Bikin Pabrik Ikan Kaleng di Kalsel

Ikan Melimpah, Investor Belum Ada yang Tertarik Bikin Pabrik Ikan Kaleng di Kalsel

Banjarmasin, Gatra.com - Tangkapan ikan oleh nelayan di Kalsel cukup melimpah. Kebutuhan ikan di Banua pun sangat mencukupi, bahkan ikan Kalsel dikirim ke Kalteng dan Kaltim untuk memenuhi kebutuhan ikan di dua provinsi tetangga itu.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalsel, Rusdi Hartono mengungkapkan, meskipun tangkapan ikan melimpah, namun investor belum ada yang tertarik untuk berinvestasi di pabrik pengalengan ikan.

"Investor lebih tertarik di usaha ekspor udang dan rajungan. Untuk pengalengan ikan belum ada. Kedepannya ini kita terus dorong karena ikan kita atau bahan baku ikan kaleng lumayan melimpah," ujar Rudi Hartono kepada Gatra.com, usai kegiatan temu media dalam rangka kesiapan Kalsel menjadi tuan rumah pelaksanaan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Tahun 2022 yang merupakan kolaborasi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) selaku Campaign Manager dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Rabu (20/7).

Dia beberkan, upaya untuk mensejahterakan kehidupan nelayan di Kalsel terus dilakukan, salahsatunya dengan melakukan pembinaan untuk meningkatkan hasil jual. "Misalnya kita lakukan pelatihan pembuatan ikan asin tenggiri agar makin berkualitas. Kalau ikan tenggiri segar satu kilo Rp50 ribu, ketika dijadikan ikan asin harganya naik menjadi Rp80 ribu, ini meningkatkan nilai jual dan muaranya akan meningkatkan perekonomian nelayan kita," cetusnya.

Rudi berujar, industri hilirisasi seperti pengalengan ikan terus ditawarkan kepada investor. "Saat ini di tempat kita memang belum ada pabrik ikan kaleng, namun kita menyediakan bahan bakunya. Ikan kita kirim ke pabrik pengalengan ikan di Jawa Timur dan Bali," sebutnya.

Sementara itu, Kepala BI Perwakilan Kalsel, Imam Subarkah mengatakan, BI sangat mensupport kalau ada investor yang mau berinvestasi di bidang pengalengan ikan.

"Kegitan ekonomi tidak cukup hanya mengandalkan yang segar, tapi dari sisi hilirisasi juga penting, nilai tambah dari produk bisa datang dari hilirisasi," ujarnya.