Home Ekonomi Matamaya Atasi Kendala Digital Marketing

Matamaya Atasi Kendala Digital Marketing

Jakarta, Gatra.com – Business Director Matamaya, Anton Kurnianto, mengatakan, pesatnya perkembangan teknologi informasi telah menggeser pola pemasaran dari konvensional ke digital. Pasalnya, gaya hidup masyarakat pun telah bertransformasi ke ranah digital.

Anton di Jakarta, Selasa (26/7), menyampaikan, fungsi internet pun telah beralih, dari awalnya sebagai media untuk bersosialisasi menjadi media untuk strategi bisnis, mulai dari promosi, pemasaran hingga penjualan, dan pelayanan pelanggan.

Perusahaan besar maupun unit usaha kecil atau suatu brand, lanjut Anton, harus dapat mengikuti perkembangan dan menggunakan kesempatan tersebut agar bisnisnya dapat berkembang.

Indonesia merupakan pasar digital potensial mengingat jumlah penduduknya yang sangat besar. Berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia per tahun 2022 telah mencapai 210 juta pengguna, atau naik sekitar 35 juta pengguna dari sebelum pandemi Covid-19. 

Sedangkan We Are Social, lanjut Anton, menyampaikan data pengguna aktif media sosial di Indonesia pada Januari 2022 terus menunjukkan pertumbuhan hingga mencapai sekitar 191 juta orang.

Head Developer Matamaya, Sahri Ramadhan, mengatakan, meningkatkan digital exposure melalui digital marketing adalah jalan yang harus diambil oleh suatu brand. Melalui digital marketing, brand dapat menjangkau target pasar yang lebih luas karena tak terbatas oleh letak geografis dan juga bisa membidik konsumen yang spesifik sebagai target promosi.

Untuk memastikan bahwa aktivitas digital yang brand lakukan sudah benar dan relevan dengan target pasarnya, maka brand membutuhkan sebuah parameter yang dapat mengukur performa upaya-upaya yang sudah mereka lakukan di media sosial.

Menurutnya, hal tersebut relatif baru sehingga umumnya para marketer tidak memiliki atau minim pengalaman di bidang digital marketing untuk bisa melakukan evaluasi tersebut.

Tingginya kebutuhan akan sebuah tools yang bisa digunakan untuk melihat dan menilai performa aktivitas digital di media sosial ini mendorong Anton dan Sahri mengembangkan tools Matamaya.

Tools ini merupakan social media monitoring performance dan listening tools yang bisa digunakan untuk melihat performa sebuah brand di semua aset media sosial, seperti Facebook, Instagram, Tiktok, Twitter, dan Youtube,” kata Anton.

Bukan hanya itu, Matamaya juga menyediakan unduhan berupa data olahan yang berformat pptx untuk mempermudah marketer dalam mempresentasikan data, ataupun format xlsx sebagai sumber data untuk membuat grafik sesuai kebutuhan.

“Singkat kata, Matamaya merupakan tools yang memudahkan marketer memperoleh data segala brand dari semua aset media sosial secara cepat dan akurat,” ujarnya.

Lebih lanjut Anton menyampaikan, Matamaya juga merupakan jawaban atas minimnya tools buatan lokal yang memiliki technical support dan kemampuan kustomisasi report yang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia.

Delapan fitur analytics Matamaya berfungsi memantau dan menganalisis insight, mulai dari percakapan digital, performa aktivitas digital, dan performa influencer dari 5 media sosial yang aktif digunakan konsumen saat ini.

Selain itu, Matamaya mengerti keyword dalam bahasa Indonesia yang formal maupun semiformal sehingga insight-insight lokal dapat diperoleh dengan lebih mendalam.

Hasil report juga bisa langsung diunduh dalam bentuk pptx dan xlsx yang mempermudah marketer untuk menganalisis insight dan membuat rencana campaign atau bisnis mereka. Seluruh fitur ini berangkat dari pengalaman Anton dan Sahri sebagai Digital Analyst.

Marketing Manager Palmia dan Happy Soya Oil, Surya Dharmanto, menyampaikan pengalamannya sebagai pengguna tools Matamaya.

Ia menyampaikan, pihaknya perlu menganalisis result dari aktivitas digital sekaligus melakukan perbandingan dengan aktivitas digital yang dijalankan kompetitor untuk memaksimalkan digital campaign sebagai strategi bisnis.

Kendalanya adalah banyaknya platform media sosial yang digunakan oleh konsumen, mengharuskan pihaknya untuk menggali data dari banyak platform yang berbeda-beda.

Surya mengungkapkan, hal tersebut membuat proses analisis data menjadi lama dan repot. Menurutnya, Matamaya hadir sebagai solusi bagi para marketer untuk bisa memantau aktivitas digital dari campaign ataupun kompetitor dengan mudah, efektif, dan efisien.

KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR