Home Internasional Putin Berniat Gandeng Turki Bangun Pabrik Drone di Rusia

Putin Berniat Gandeng Turki Bangun Pabrik Drone di Rusia

Ankara, Gatra.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan, Rusia dan Uni Emirat Arab (UEA) tertarik untuk bekerja sama dengan Baykar, produsen drone serang Bayraktar dan Akinci. Pernyataan Erdogan tersebut menimbulkan banyak pertanyaan, pasalnya Baykar sendiri telah mengekspor sekitar 50 drone ke Ukraina pada tahun ini.

Erdogan mengungkapkan tentang penawaran Putin itu saat memuji pencapaian industri militer Turki menjelang perayaan ulang tahun Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Party) yang akan dihelat pada Agustus mendatang.

“Putin mengatakan kepada saya bahwa dia ingin bekerja dengan Baykar,” ujar Erdogan sebagaimana dilansir dari Russian Today, Rabu (27/7).

“Dia mengusulkan untuk mendirikan pabrik di Rusia seperti yang telah dilakukan [Bayakr] di UEA,” tambahnya.

Erdogan tidak merinci lebih lanjut penawaran yang diajukan Putin. Hanya saja, banyak pihak menduga penawaran dari Putin datang selama pertemuan pekan lalu di Teheran, di mana ia dan Erdogan bertemu dengan Presiden Iran Ebrahim Raisi untuk membahas proses perdamaian di Suriah.

Sebagai informasi, Baykar memproduksi drone serang Bayraktar TB2 dan Akinci, yang diyakini turut ambil bagian membantu Azerbaijan mengalahkan Armenia dalam perang Nagorno-Karabakh pada 2020 lalu.

Drone TB2 juga telah digunakan di Libya dan Suriah. Di samping itu, Ukraina juga telah memesan selusin drone produksi Turki tersebut sebelum pecahnya pertempuran dengan Rusia. Selepas dilancarkannya operasi militer oleh Rusia pada Februari lalu, tercatat hingga kini, Ukraina telah memasok 50 drone.

Sementara itu, CEO Baykar, Haluk Bayraktar menegaskan, pada pekan lalu bahwa dia tidak akan menjual drone ke Rusia.

“Ada hubungan strategis antara Turki dan Ukraina, terutama di bidang penerbangan dan luar angkasa. Turki mendukung Ukraina dengan teknologi drone bersenjata. Kami tidak mengirimkan atau memasok apa pun ke Rusia. Kami tidak akan pernah melakukan hal seperti itu," ujarnya.

Sejauh ini, Rusia menggunakan pesawat pengintai dan drone serang produksi dalam negerinya dalam melancarkan serangan di Ukraina. Awal bulan ini, Amerika Serikat menuduh Moskwa berniat membeli ratusan drone serang dari Iran. Namun, Teheran membantah klaim tersebut.
 

593