Home Kesehatan Begini Sifat dan Daya Tahan Virus PMK Menurut Kementan

Begini Sifat dan Daya Tahan Virus PMK Menurut Kementan

Jakarta, Gatra.com – Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut beberapa sifat virus dan daya tahan hidup virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang saat ini tengah mewabah di Indonesia dan mengancam hewan ternak. Menurut Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementan, Nuryani Zainuddin, sedikitnya terdapat 10 tempat virus bernaung dengan daya tahan yang berbeda-beda.

Tempat-tempat tersebut adalah air dengan daya tahan 50 hari; padang rumput 74 hari (suhu 8-18 derajat Celcius dan kelembaban tinggi); tanah 26-200 hari (tergantung iklim); tinja kering 14 hari; tinja basah 8 hari (suhu 12-22 derajat Celcius); tinja cairan 34-43 hari (suhu 17-21 derajat Celcius); semen beku 320 hari (suhu -50 derajat Celcius); daging tanpa deglanding 3 hari; limfonodus, sumsum tulang, jeroan, darah 3 bulan; susu mentah 6 hari (suhu 18 derajat Celcius) dan 15 hari (suhur 4 derajat Celcius).

Adapun untuk menginaktivasinya, kata Nuryani, virus PMK dapat mati melalui proses pemasakan pada suhu di atas 50 derajat Celcius. Lalu pH atau derajat keasaman di bawah 6,0 atau di atas 9,0. "Virus juga dapat mati lewat disinfektan seperti sodium hidroksida (2%), sodium karbonat (4%), citric acid (0,2%), acetic acid (2%), sodium hypochlorite (3%), potassium peroxymonosulfate (1%)," kata dia dalam Talk Show terkait virus PMK di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (27/07).

Nuryani melanjutkan, prinsip dasar pemberantasan PMK mencakup tiga tingkat. Pertama, mencegah kontak hewan dengan sumber penyakit. Melalui tahap ini, para peternak mesti melakukan pengendalian lalu lintas atau pengawasan. Kedua, menghentikan sirkulasi dan produksi virus melalui dekontaminasi dan disposal. "Lalu ketiga, melakukan vaksinasi untuk meningkatkan kekebalan hewan," ia menambahkan.

Terkait vaksinasi PMK, Nuryani menjelaskan bahwa untuk mencapai kekebalan utuh, hewan mesti melakukan dua kali vaksinasi dasar dan satu kali booster. Kementan sendiri tengah menyiapkan 3 juta dosis vaksin PMK. Dengan jumlah itu, akan ada 1 juta ekor hewan yang mendapat durasi kekebalan selama 12 bulan atau tahun pertama. Untuk vaksinasi tahun kedua mesti dilakukan setiap 6 bulan sekali.

Nuryani juga menyampaikan bahwa PMK pada hewan tidak membahayakan kesehatan manusia sehingga daging dan susu tetap aman untuk dikonsumsi. “Lalu diolah dengan penanganan yang benar, mampu membunuh virus sehingga aman untuk diedarkan. Penanganan yang benar ini juga dapat mendukung upaya pencegahan penyebaran PMK pada hewan dan lingkungan sekitar,” ia menambahkan..

Namun, Nuryani tak menampik bahwa wabah PMK mengancam hewan ternak. Bahkan sebarannya, menurut data Kementan, telah meluas hingga 22 provinsi di Indonesia. "Kami akan terus memberikan sosialisasi supaya tidak ada outbreak besar terkait virus ini," ujarnya.

415