Home Ekonomi IPCC Terminal Kendaraan Genjot Optimalisasi Terminal Satelit

IPCC Terminal Kendaraan Genjot Optimalisasi Terminal Satelit

Jakarta, Gatra.com -  Pasar otomotif domestik yang berkembang pesat dan situasi ekonomi nasional yang terus membaik paska Pandemi, membuat IPCC Terminal Kendaraan semakin agresif dalam mengoptimalkan cabang-cabang atau terminal satelit di sejumlah pelabuhan daerah. 

“Sebelumnya, kami anak usaha Pelindo 2 yang wilayah kerjanya hanya Jakarta, Jawa Barat, dan sebagian Sumatera saja. Kini paska merger Pelindo, status kami juga berubah menjadi perusahaan nasional yang wilayah kerjanya di seluruh Indonesia. Dalam satu tahun belakangan ini, kami telah semakin berkembang pesat dengan mengelola Terminal-terminal Satelit di berbagai cabang pelabuhan Pelindo di seluruh Indonesia,” ujar Direktur Operasional dan Teknik, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC Terminal Kendaran), Andi Hamdani, dalam siaran persnya di Jakarta (28/7). 

Menurut Andi Hamdani, dalam setahun terakhir ini, layanan IPCC Terminal Kendaraan tidak lagi hanya mengelola Terminal Kendaraan di Pelabuhan Tanjung Priok saja, tapi kini juga telah mengelola Terminal Satelit di Pelabuhan Belawan (Medan), Panjang (Lampung), Gresik, Pontianak, dan Makassar. 

“Berikutnya IPCC sedang dalam proses penjajakan untuk mengelola Terminal Kendaraan di Pelabuhan Surabaya, Banjarmasin, Balikpapan, dan lainnya. Semoga bisa terealisasi dalam waktu dekat,” tambah Andi Hamdani. 

Terminal-terminal Satelit mempunyai potensi bisnis yang menggiurkan bagi IPCC Terminal Kendaraan karena seiring dengan membaiknya ekonomi maka daya beli masyarakat terhadap kendaraan di daerah-daerah juga semakin meningkat. Data dalam semester pertama tahun 2022 ini saja; tercatat lebih dari 60 ribu unit kendaraan mobil CBU berbagai macam merek dan berbagai macam model telah dikirim melalui pelabuhan IPCC Tanjung Priok ke Terminal-terminal Satelit terutama ke Pelabuhan Belawan, Pontianak, dan Makassar. 

Selain itu lebih dari 22 ribu unit Truk dan Bus; lebih dari 2 ribu unit Alat Berat; dan lebih dari 70 ribu unit sepeda motor ke sejumlah Terminal Satelit yang telah dioperasikan IPCC Terminal Kendaraan tersebut.

Menurut Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia IPCC Terminal Kendaraan, Sumarno, pengelolaan terminal-terminal satelit baru di berbagai daerah ini telah memberikan kontribusi yang cukup signifikan di dalam kinerja keuangan tahun ini. Adapun kontribusi tersebut akan terlihat pada peningkatan pendapatan IPCC Terminal Kendaraan di periode semester pertama tahun ini. 

“Jumlah bongkar-muat kendaraan yang dilayani melalui Terminal-terminal Satelit meningkat pesat dan di semester pertama ini kami dapat membukukan dalam Laporan Keuangan Perseroan. Sehingga secara umum, kinerja keuangan perseroan selama semester pertama tahun ini tentunya dapat lebih baik dari periode yang sama di tahun lalu,” katanya.

Untuk besaran peningkatannya lanjut Sumarno, dapat dicermati setelah kami merilis Laporan Keuangan resmi nantinya. Yang jelas, prospek Terminal-terminal Satelit akan memberikan kontribusi pendapatan yang semakin besar bagi Perseroan ke depan. Saat ini pendapatan terbesar diperoleh dari Terminal Satelit IPCC Belawan dan Pontianak. Berikutnya di Makassar.

Semua Pelabuhan Terminal Kendaraan yang dikelola IPCC, baik di Terminal Pusat IPCC Tanjung Priok maupun di cabang-cabang atau satelitnya, mempunyai standar peralatan, infrastruktur, dan penanganan pelayanan bongkar muat kendaraan yang sama. 

Pabrikan otomotif, distributor, dan pedagang mobil, motor, kendaraan berat, dan suku cadang otomotif yang lain, tidak perlu ragu memanfaatkan jasa pengiriman kendaraannya melalui Pelabuhan IPCC. Semua infrastruktur juga telah memenuhi standardisasi sebagai Terminal Kendaraan berkelas dunia.