Home Ekonomi Perdagangan-Investasi, Transisi Energi dan Proyek Berkelanjutan

Perdagangan-Investasi, Transisi Energi dan Proyek Berkelanjutan

Jakarta, Gatra.com- Delegasi B20 Indonesia kembali mengadakan roadshow ke negara-negara G20. Setelah sebelumnya melakukan roadshow dalam rangka sosialisasi Presidensi B20-G20 Indonesia di Eropa, Amerika Serikat, Kanada dan Singapura, kali ini delegasi berkunjung ke Jepang.

Dalam lawatan yang berlangsung Kamis (27/7) ini, delegasi B20 menggelar dua pertemuan penting, yaitu bersama Forum Bisnis Indonesia-Jepang serta Japan External Trade Organization (JETRO) yang membahas kemitraan ekonomi dan perdagangan serta menguatkan hubungan bilateral antara kedua negara.

Sebagai informasi, JETRO adalah institusi yang memegang peranan penting dalam mendorong kerja samaperdagangan dan investasi Jepang dengan berbagai negara.

Forum bisnis yang diselenggarakan oleh KADIN Indonesia selaku penyelenggara B20 Indonesia, bekerjasama dengan Kementerian Investasi/BKPM Indonesia, Kementerian Perindustrian Indonesia, KBRI Tokyo dan JETRO juga dihadiri petinggi negara dan bisnis dari dua negara.

Agenda penting lainnya dalam lawatan ini adalah pertemuan khusus yang membahas agenda B20 Indonesia, untuk mengawal rekomendasi kebijakan B20 Indonesia yang akan didorong pada Presidensi G20 Indonesia.

Pertemuan delegasi KADIN bersama KEIDANREN (Japan Business Federation) adalah penting bagi kerjasama bilateral kedua negara, mengingat posisi KEDAINREN sebagai organisasi ekonomi yang memiliki anggota lebih dari 1400 perusahaan Jepang, serta mewakili 108 asosiasi industri dan 47 prefectures.

Dalam kesempatan di forum bersama JETRO, Chair of B20 Indonesia Shinta Kamdani mengatakan, forum B20 Indonesia dapat mendukung agenda prioritas kedua negara untuk mendorong transformasi ekonomi global yang lebih tangguh melalui forum B20 Indonesia.

Menurutnya, Jepang selama ini sangat berkontribusi dalam pembangunan ekonomi indonesia, khususnya dalam pertumbuhan infrastruktur energi di Indonesia. Seperti pembangunan fasilitas tenaga listrik 11,000MW yang berkontribusi terhadap 20 persen dari kebutuhan listrik nasional Indonesia.

Selain itu, kerja sama Indonesia - Jepang bermanfaat dalam mengakselerasi pengembangan bersama teknologi yang memanfaatkan sumber daya energi terbarukan di Indonesia untuk mempercepat pencapaian proses transisi energi Indonesia.

“Dalam kesempatan ini, kami menawarkan kesempatan kepada para pelaku bisnis Jepang, khususnya yang difasilitasi oleh JETRO, untuk berkolaborasi dan hadir dalam B20 Indonesia Summit yang akan diselenggarakan November 2022, di Bali," kata Shinta dalam keterangan persnya, Jumat (29/7).

Ia optimis Jepang memiliki posisi strategis untuk mendukung tema B20, yakni Embracing Collaborative Recovery and Growth, Boosting an Innovative Global Economy dan Forging an Inclusive and Sustainable.

Terkait isu transisi energi dan perubahan iklim, Shinta menganggap terdapat dua legacy B20 Indonesia
yang berpotensi besar untuk dilakukan kerja sama investasi. Pertama, The Carbon Center of Excellence yang menjadi hub untuk perdagangan karbon melalui pusat pengetahuan serta sharing best practices.

Kedua, B20 Wiki, platform yang bertujuan untuk meningkatkan UMKM agar mampu melakukan
penetrasi ke rantai pasokan global dan memungkinkan peningkatan kapasitas UMKM untuk masuk ke
pasar global.

Shinta memaparkan hasil rekomendasi yang telah disusun B20 Indonesia, menitikberatkan policy
recommendation dari tiga Task Force yang erat kaitannya dengan legacy yang telah dihasilkan B20 Jepang. Yakni Trade and Investment Task Force, Energy, Sustainability, and Climate Task Force dan Digitalization Task Force.

“Perdagangan dan investasi hanya dapat pulih sepenuhnya jika kita mendorong upaya pemulihan dan
pertumbuhan secara kolaboratif. Sustainability menjadi isu penting yang didorong melalui B20 Indonesia," jelas Shinta.

Salah satunya melalui Energy, Sustainability, and Climate Task Force yang kami yakin mampu
mendorong peningkatan kerja sama global dalam mempercepat transisi energi dan memastikan penerapan transisi energi yang adil (just), teratur (orderly) dan terjangkau (affordable) antara negara berkembang dan maju.

Jepang diyakini akan mampu mendorong percepatan pencapaian transisi energi di Indonesia melalui
kerjasama bilateral yang berkontribusi pada sektor energi, dukungan pengembangan kebijakan, pengembangan sumber daya manusia hingga transfer knowledge terkait transisi energi dan teknologi yang digunakan.

Sementara itu, terkait Trade and Investment Task Force antara lain merumuskan beberapa rekomendasi
kebijakan untuk mendorong perdagangan global yang terbuka, adil dan efisien, serta tata kelola investasi multilateral, termasuk reformasi dari WTO.

Sedangkan rekomendasi kebijakan Digitalization Task Force adalah terkait pengembangan infrastruktur yang memadai, mendorong keamanan transaksi, serta dan
mendorong kesiapan UMKM terkait digital literacy and skill, serta mempromosikan standar cyber security berbasis risiko.

Penguatan Kemitraan Bilateral Jepang merupakan salah satu mitra ekonomi terpenting bagi Indonesia. Hubungan ekonomi kedua negara sudah berlangsung selama puluhan tahun.

Tahun depan, kedua negara akan merayakan 65 tahun hubungan diplomatik mereka. Data tahun 2020, nilai investasi Jepang di Indonesia berada di posisi 4 dengan nilai investasi US$ 6miliar dan diprediksi akan terus meningkat tiap tahunnya.

Ketua Umum KADIN Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan forum bisnis kedua negara ini merupakan
rangkaian dari B20 Indonesia yang diinisiasi oleh KADIN Indonesia sekaligus menjadi bentuk komitmen dunia usaha tanah air untuk terus mendukung program pemerintah. Terutama yang terkait dengan pertumbuhan ekonomi di masa depan yang lebih tangguh, inklusif dan inovatif.

“KADIN Indonesia ingin memperkuat hubungan bisnis serta peluang kemitraan ekonomi dengan komunitas bisnis Jepang. Indonesia dengan mayoritas penduduk berusia produktif, memiliki skill dan kemampuan untuk membantu memenuhi kekurangan tenaga kerja di Jepang dalam berbagai sektor usaha," jelas Arsjad.

Reformasi kebijakan yang telah dilakukan Indonesia salah satunya melalui Omnibus Law, membuat
Indonesia sangat ramah untuk investasi. "Kami ingin Jepang dapat berkolaborasi dengan Indonesia
untuk peluang kerja sama terkait digitalisasi dan transisi energi,” ujar Arsjad.

Arsjad menambahkan, KADIN Indonesia dan KEIDANREN memiliki hubungan yang sudah lama
terjalin dalam membangun dan menghubungkan bisnis kedua negara, terutama terkait hubungan bilateral Indonesia - Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) sejak tahun 2018 dan akan diperbaharui terkait isu transisi energi dan perubahan iklim.