Home Ekonomi J Trust Bank Rambah Pembiayaan Alat Berat

J Trust Bank Rambah Pembiayaan Alat Berat

Jakarta, Gatra.com – Direktur Utama (Dirut) PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank), Ritsuo Fukadai, mengatakan pihaknya mulai merambah pembiayaan untuk alat berat.

Ritsuo dalam keterangan pers, Sabtu (29/7), menyampaikan, terkait pembiayaan alat berat tersebut pihaknya telah menjalin kerja sama dengan PT Daya Kobelco Construction Machinery Indonesia (Kobelco Indonesia).

Kerja sama produk investasi pembiayaan alat berat tersebut ditekan oleh Ritsuo Fukadai dan Presiden Direktur (Presdir) Kobelco Indonesia, Akifumi Yokomori di Sahid Sudiman Center, Jakarta.

Ritsuo Fukadai menyampaikan, pihaknya menjalin kerja sama dengan Kobelco Indonesia yang lebih dari 20 tahun telah melayani pasar Indonesia. J Trust Bank berkomitmen untuk berperan aktif dalam pertumbungan ekonomi di sektor konstruksi, pertambangan, dan perkebunan.

“Oleh karenanya, kami bersemangat untuk memasarkan produk pembiayaan alat berat merek Kobelco di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Produk Kredit Investasi Alat Berat J Trust Bank hadir dengan plafon pembiayaan Rp25 miliar, rate yang sangat terjangkau, dan jangka waktu pembiayaan hingga lima tahun. Melalui produk pembiayaan ini diharapkan mampu menyumbangkan serta menjaga pertumbuhan positif pada kinerja kredit J Trust Bank.

Sedangkan seiring pulihnya kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia, kata Ritsuo Fukadai, J Trust Bank optimistis sektor konstruksi, pertambangan, dan perkebunan akan kembali bangkit.

Merespons hal tersebut, J Trust Bank memperkuat portfolio kredit segmen komersial melalui skema kerja sama dengan supplier untuk produk Kredit Investasi Alat Berat.

Hingga akhir Mei 2022, J Trust Bank membukukan keuntungan. Kredit tumbuh sebesar 38% menjadi Rp13,82 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp10,01 triliun per Desember 2021.

Sedangkan pada sisi simpanan melalui instrumen tabungan, giro, dan deposito, katanya, J Trust Bank menghimpun DPK sebesar Rp19,13 triliun atau tumbuh 20% dari sebelumnya sebesar Rp15,95 triliun pada akhir Desember 2021.