Home Internasional AS Masukkan Daftar Hitam Pacar Putin, Oligarki hingga Miliarder Rusia

AS Masukkan Daftar Hitam Pacar Putin, Oligarki hingga Miliarder Rusia

Washington, D.C, Gatra.com – Amerika Serikat (AS) memasukkan daftar hitam pacar Presiden Rusia Vladimir Putin, dan taipan pemilik perkebunan terbesar kedua di London, pada hari Selasa dalam putaran terakhir sanksi atas invasi ke Ukraina.

AFP, Rabu (3/8) melaporkan selain mereka, juga terkena larangan sejumlah pebisnis di AS yakni beberapa oligarki lain yang diyakini dekat dengan Putin. Empat pejabat yang ditunjuk Rusia untuk mengelola wilayah pendudukan di Ukraina, dan puluhan lembaga dan perusahaan teknologi tinggi, termasuk entitas elektronik utama yang didukung negara, juga kena sanksi.

Departemen Keuangan AS mengumumkan sanksi terhadap rekanan Putin dan miliarder Andrey Grigoryevich Guryev, yang memiliki perkebunan Witanhurst, perkebunan terbesar kedua di London setelah Istana Buckingham.

Guryev adalah pendiri dan mantan wakil ketua PhosAgro, pemasok utama pasar pupuk global.

Dia dan putranya juga terkena sanksi keuangan, yang melarang bisnis di AS - termasuk bank dengan cabang AS - dari transaksi mereka, dan membekukan aset mereka di bawah yurisdiksi AS.

Departemen Keuangan juga memasukkan kapal pesiar Alfa Nero yang berbasis di Karibia sepanjang 81 meter (267 kaki) Guryev, menempatkannya posisinya beresiko untuk disita.

Departemen Keuangan mengatakan Alfa Nero dilaporkan telah mematikan perangkat keras pelacak lokasinya, untuk menghindari penyitaan.

Departemen Keuangan juga menjatuhkan sanksi pada Alina Kabaeva, mantan pesenam Olimpiade yang secara terbuka digambarkan sebagai pacar Putin, dan Natalya Popova, istri Kirill Dmitriev, manajer dana kekayaan negara besar pemerintah Rusia.

Departemen Keuangan mengatakan, Popova bekerja untuk perusahaan teknologi Innopraktika, yang dijalankan salah satu putri Putin.

“Ketika orang-orang yang tidak bersalah menderita dari perang agresi ilegal Rusia, sekutu Putin telah memperkaya diri mereka sendiri dan mendanai gaya hidup mewah,” kata Menteri Keuangan Janet Yellen, dalam sebuah pernyataan.

“Departemen Keuangan akan menggunakan setiap alat yang kami miliki untuk memastikan bahwa elit Rusia dan pendukung Kremlin bertanggung jawab atas keterlibatan mereka dalam perang yang telah menelan banyak korban jiwa,” kata Yellen.

Viktor Filippovich Rashnikov, salah satu pembayar pajak terbesar Rusia, dan dua anak perusahaan MMK-nya, yang merupakan salah satu produsen baja terbesar di dunia, juga terkena sanksi.

Dalam aksi bersama, Departemen Luar Negeri menjatuhkan sanksi, termasuk pembatasan visa, pada oligarki yang menjalankan perusahaan penghasil pendapatan besar-besaran. Termasuk Dmitry Aleksandrovich Pumpyanskiy, Andrey Igorevich Melnichenko dan Alexander Anatolevich Ponomarenko.

“Selain itu, hampir 900 pejabat Rusia dimasukkan dalam daftar larangan visa masuk AS, demikian pula 31 pejabat non-Rusia yang tidak disebutkan namanya, yang telah mendukung pendudukan Rusia di Krimea,” kata Departemen Luar Negeri.

“Hari ini, Amerika Serikat mengambil tindakan tambahan untuk memastikan bahwa Kremlin dan pendukungnya merasakan efek gabungan dari tanggapan kami terhadap perang agresi Kremlin yang tidak berbudi,” kata Menteri Luar Negeri Antony Blinken.

64