Home Internasional China Ingatkan Maskapai Penerbangan Hindari Zona Bahaya Sekitar Taiwan

China Ingatkan Maskapai Penerbangan Hindari Zona Bahaya Sekitar Taiwan

Beijing, Gatra.com - China memperingatkan maskapai penerbangan yang beroperasi di Asia untuk menghindari terbang di daerah sekitar Taiwan, di mana mereka melakukan latihan militer sebagai tanggapan atas kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke pulau itu.

Bloomberg, Rabu (3/8) melaporkan, menurut operator yang menerima pesan tersebut dan seorang pejabat kementerian transportasi Korea, Jang Chang Seog bahwa pemberitahuan resmi yang dikirim pada Selasa malam waktu Hong Kong itu, menetapkan enam wilayah wilayah udara sebagai “zona berbahaya". 

Penerbangan akan dibatasi mulai pukul 12:00 tanggal 4 Agustus hingga pukul 12:00 tanggal 7 Agustus.

Pelosi terbang ke Taipei sebagai politisi Amerika dengan status ‘pejabat tertinggi’ untuk mengunjungi Taiwan dalam 25 tahun. Sikapnya mendorong China untuk mengutuk kunjungan itu dan mengungkap serangkaian tanggapan ekonomi dan militer. 

China menganggap pulau masih wilayahnya dan sebagai pemasok utama semikonduktor, sebagai bagian dari negara itu. Taiwan tetap menjadi isu paling sensitif antara AS dan China, dengan potensi suatu hari akan memicu konflik militer.

China Xiamen Airlines Co mengumumkan penyesuaian pada beberapa penerbangan, mengutip “kontrol aliran di Fujian, tepat di seberang Selat Taiwan dari pulau itu. 

Sebelumnya, pilot Cathay Pacific Airways Ltd disarankan untuk membawa bahan bakar tambahan selama 30 menit jika kemungkinan terjadi pengalihan rute di Taiwan.

Konfirmasi panggilan dan pesan ke otoritas penerbangan sipil China belum segera dibalas.

“Korean Air berencana untuk mengalihkan beberapa layanannya ke Asia Selatan, guna menghindari wilayah udara Taiwan selama periode latihan militer China,” kata seorang juru bicara melalui pesan teks. 

“ANA Holdings Inc menerima pemberitahuan dan mengubah jalur penerbangannya ke Taiwan,” kata perwakilan dari maskapai Jepang. 

ANA dan Japan Airlines Co mengatakan penerbangan ke dan dari Taiwan akan terus beroperasi.

ETtoday melaporkan, mengutip Wang Kwo-tsai, Menteri Transportasi dan Komunikasi bahwa Taiwan sedang berbicara dengan Jepang dan Filipina mengenai rute lalu lintas udara alternatif. 

“Biro Pelabuhan Maritim Taiwan juga memperingatkan kapal-kapal untuk menghindari daerah di mana latihan akan dilakukan,” kata Wang.

Menurut pernyataan pemerintah, cabang lokal dari administrasi keselamatan maritim China juga mengeluarkan beberapa peringatan untuk kapal yang melintasi wilayah tertentu, sebagaimana latihan militer dan latihan menembak.

Gangguan di pesawat dapat saja terjadi ketika ketegangan meningkat antara AS dan China, sementara perusahaan yang bergulat dengan hambatan rantai pasokan global dipicu oleh invasi Rusia ke Ukraina. 

Tidak jelas apakah larangan terbang berlaku tiga hari itu atau akan diperpanjang. Ini akan menambah kekhawatiran atas melonjaknya harga komoditas dan risiko rantai pasokan.

Menurut penyedia data Variflight, di Bandara Internasional Xiamen Gaoqi, salah satu bandara daratan terdekat dengan Taiwan, tercatat 123 penerbangan dibatalkan, sementara 79 persen penerbangan beroperasi seperti biasa. Di Bandara Internasional Fuzhou Changle di Fujian, 93 penerbangan dibatalkan dan 74 persen penerbangan beroperasi seperti biasa.

Menindaklanjuti pemberitahuan tersebut, kementerian transportasi Korea Selatan mengeluarkan pemberitahuan lain kepada maskapai lokal untuk menegaskan kembali keselamatan penerbangan menuju Taiwan. 

“Asiana Airlines, maskapai besar Korea lainnya, belum melakukan perubahan operasi,” kata seorang juru bicara melalui telepon.