Home Teknologi Lubang Besar 'Tiban' yang Bisa Menelan Tugu Monas Muncul Tiba-tiba di Negara Ini

Lubang Besar 'Tiban' yang Bisa Menelan Tugu Monas Muncul Tiba-tiba di Negara Ini

Tierra Amarilla, Gatra.com- Sebuah lubang besar yang cukup lebar untuk menelan Tugu Monas telah terbuka di sebidang lahan pertambangan di Chili, menurut Sernageomin, Layanan Nasional Geologi dan Pertambangan negara itu. Live Science, 05/08.

Lubang itu menganga selebar 104 kaki (32 meter) tiba-tiba muncul Sabtu (30 Juli) di daerah pedesaan di luar kota Tierra Amarilla, sekitar 500 mil (800 kilometer) utara ibu kota, Santiago. Lubang itu tampaknya memiliki kedalaman sekitar 656 kaki (200 m), dengan reservoir air mengalir di sekitar bagian bawah, menurut Vice.

Sebagai perbandingan, Tugu Monas berukuran 132 meter. Maka lubang sedalam 200 meter itu bisa menelan Tugu Monas. Namun, sebelum ditelan, cawan Tugu Monas akan menahannya. Karena cawan Tugu Monas berukuran 45 meter, lambang tahun kemerdekaan RI, sedang lebar lubang itu hanya 32 meter.

Lubang terbuka itu berada di lokasi tambang tembaga Alcaparrosa. Menurut Lundin Mining, perusahaan Kanada yang memiliki tambang tersebut, tidak ada laporan cedera atau kerusakan. Ahli geologi Sernageomin sedang menyelidiki lubang tersebut dan telah menempatkan perimeter keamanan 328 kaki (100 m) di sekitar lokasi.

Sinkhole adalah lubang yang terbentuk di atas area di mana air berkumpul di bawah tanah tanpa drainase eksternal, menyebabkan air mengukir gua-gua bawah tanah, Live Science sebelumnya melaporkan. Lubang runtuhan juga terbentuk secara teratur di dekat tambang tua dan aktif, di mana sejumlah besar batu dan bijih telah diekstraksi.

Sinkhole sering terbentuk secara bertahap selama bertahun-tahun, tetapi juga dapat terbuka secara tiba-tiba, membawa mobil, rumah, dan jalan bersamanya.

Cristóbal Zúñiga, walikota Tierra Amarilla, mengatakan kepada stasiun radio lokal bahwa operasi penambangan Alcaparrosa telah merugikan komunitasnya. Menurut Zúñiga, getaran dan ledakan setiap hari dari tambang "telah menghancurkan rumah dan jalan kami, dan hari ini, menghancurkan tanah."

"Hari ini terjadi di ruang yang merupakan properti pertanian, tetapi ketakutan terbesar kami sekarang adalah bahwa ini bisa terjadi di tempat berpenduduk, di jalan, di sekolah," tambah Zuñiga.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS