Home Ekonomi BBM Subsidi Bakal Habis Oktober 2022, Bagaimana Kebijakan Pemerintah?

BBM Subsidi Bakal Habis Oktober 2022, Bagaimana Kebijakan Pemerintah?

Jakarta, Gatra.com - Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Saleh Abdurrahman menyatakan kemungkinan kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dan solar habis di Oktober-November 2022. Prediksi tersebut muncul seiring terjadinya kebocoran penyaluran BBM bersubsidi di masyarakat.

"Seperti yang sudah kita sampaikan, jika kita biarkan seperti ini maka Oktober atau November bisa sudah tidak ada lagi pertalite maupun solar kecuali ada kebijakan untuk menambah kuota," ujar Saleh saat mengisi webinar "Untung Rugi BBM Subsidi" pada Sabtu (6/8).

Saleh menyebut, kenaikan harga minyak dunia dan peningkatan volume permintaan BBM tidak bisa dihindarkan. Namun, kebijakan penambahan kuota subsidi BBM saat ini dinilai belum jelas.

Karena itu, menurut Saleh, pengetatan dan pengawasan penyaluran BBM subsidi kepada yang berhak menjadi opsi yang paling mungkin.

"Kalau opsinya menaikan subsidi atau menambah kuota nampaknya saat ini belum jelas. Sehingga opsi yang tersisa adalah pengendalian dan pengetatan konsumen yang berhak membeli atau menggunakan solar dan pertalite subsidi," tutur Saleh.

Berbagai temuan BPH Migas di lapangan mengindikasikan banyak kebocoran BBM subsidi kepada pihak yang tidak berhak, baik itu oleh industri maupun kelompok masyarakat lain. BPH Migas, Saleh melanjutkan, terus menjalin kerja sama dengan pihak penegak hukum dalam mengawasi penyaluran BBM subsidi di masyarakat.

Saleh menilai digitalisasi menjadi cara terbaik untuk memudahkan pengawasan dan meminimalisir penyalahgunaan BBM subsidi di lapangan. Ia pun mendukung penerapan aplikasi MyPertamina sebagai syarat pembelian BBM bersubsidi.

"Dengan adanya digitalisasi maka pengisian BBM subsidi bisa dibatasi. Inilah yang kami gencarkan untuk mendukung digitalisasi MyPertamina," ucap Saleh.

Karena itu, pihaknya berharap agar kebijakan terkait pembatasan penyaluran BBM bersubsidi jenis pertalite di masyarakat segera ditetapkan agar kelangkaan di akhir tahun bisa dihindari.

"Kami berharap aturan tentang pertalite ini bisa segera ditetapkan sehingga kami bisa action untuk mengatur. Volumenya juga perlu kita atur sehingga betul-betul sampai Desember kuota itu bisa terpenuhi," imbuh Saleh.

Berdasarkan data Pertamina, kuota solar subsidi hingga Juni 2022 telah terpakai sebanyak 8,3 juta kiloliter dari alokasi kuota sebanyak 14,9 juta kiloliter. Pertalite subsidi sudah terpakai 14,2 juta kiloliter dari total 23 juta kiloliter.