Home Teknologi Kata Ilmuwan soal Bumi Berputar Lebih Cepat dari Biasanya

Kata Ilmuwan soal Bumi Berputar Lebih Cepat dari Biasanya

New York, Gatra.com - Bumi berputar pada porosnya dengan kecepatan lebih dari biasanya, meskipun para ilmuwan mengatakan temuan baru-baru ini tidak perlu dikhawatirkan.

Menurut timeanddate.com, pada tanggal 29 Juni, planet ini berputar 1,59 milidetik lebih cepat dari 24 jam. Merupakan yang tercepat sejak pencatatan jam atom yang sangat akurat dimulai tahun 1960-an.

Ini mengikuti rentetan 28 hari tercepat yang tercatat pada tahun 2020, yang terpendek dicatat pada 19 Juli pada 1,47 milidetik kurang dari 24 jam.

Pada tahun 2021, Bumi terus berputar cepat, meskipun hari terpendek lebih panjang dari hari terpendek pada tahun 2020.

Setelah peningkatan rekor dibuat pada Juni 2022, rotasi Bumi hampir mencapai yang tercepat pada bulan berikutnya, ketika berputar 1,50 detik lebih cepat dari 24 jam pada 26 Juli.

Para ilmuwan tidak yakin alasan di balik hari yang lebih pendek, meskipun beberapa teori telah dikemukakan.

Salah satunya menunjukkan bahwa penyimpangan itu bisa disebabkan oleh fenomena yang disebut Efek Chandler – yang merupakan rekaman goyangan dalam rotasi Bumi.

Teori lain mendalilkan bahwa perubahan kecepatan dapat disalahkan pada perubahan lautan, pasang surut, atau iklim bumi.

Para ilmuwan yang diwawancarai Associated Press mengatakan bahwa kecepatan rotasi bumi berfluktuasi secara teratur, dan bahwa pengukuran rekor bukanlah alasan menyebabkan harus panik.

"Ini adalah hal yang benar-benar normal," kata Stephen Merkowitz, seorang ilmuwan dan manajer proyek di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA, kepada Associated Press, Selasa (9/8).

“Tidak ada yang ajaib atau spesial tentang ini. Ini bukan titik data yang ekstrem sehingga semua ilmuwan akan bangun dan pergi, apa yang terjadi?”

Jam atom telah digunakan untuk mengukur waktu dengan tingkat akurasi yang tinggi sejak tahun 1960-an.

Perangkat ini mengukur osilasi partikel yang bergetar jutaan kali per detik untuk mengukur lintasan waktu yang tepat.

Ketidaksesuaian sering ditemukan ketika membandingkan pengukuran jam atom 24 jam, dengan waktu yang dibutuhkan bumi untuk berotasi penuh.

Jika pengukuran ini menjadi terlalu tidak sinkron, Layanan Sistem Rotasi dan Referensi Bumi Internasional (organisasi yang menjaga waktu global), dapat menambahkan satu detik kabisat untuk menebus perbedaan.