Home Nasional Ferdy Sambo Tersangka, Belum Ada Aktivitas Baru di Mako Brimob

Ferdy Sambo Tersangka, Belum Ada Aktivitas Baru di Mako Brimob

Jakarta, Gatra.com – Kasus Penembakan Brigadir J di kediaman Ferdy Sambo mulai menemukan kejelasan. Penetapan Bharada E sebagai tersangka membuka temuan-temuan baru. Hari ini, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, pada Selasa (9/8), mengumumkan mantan Kepada Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam), Irjen Pol. Ferdy Sambo, sebagai tersangka baru pembunuhan Brigadir J.

Sementara itu, pantauan dari Gatra.com di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, menunjukkan mobil tahanan Korps Brimob sempat masuk melewati gerbang pada pukul 17.37 WIB. Mobil provos pun kerap keluar-masuk sejak sore tadi. Belum tahu pasti siapa yang dibawa atau ke mana akan pergi dan penjagaan sempat diperketat.

Baca Juga: Ferdy Sambo Tersangka Pembunuhan Brigadir J!

Sebanyak 8 personel berseragam bersiaga di depan gerbang Mako Brimob Kelapa Dua. Ini berbeda dengan Senin kemarin (8/8) saat gerbang hanya dijaga paling banyak 3 personel. Kendaraan yang lewat diarahkan menuju gerbang lain dan petugas menghalau siapa saja yang mendekat. Pasca-penetapan FS sebagai tersangka, hingga pukul 19.25 WIB, penjagaan kembali menyisakan 3 personel. Belum ada aktivitas lain yang terjadi di Mako Brimob.

Kasus ini mendapat perhatian sejak awal dipublikasikan oleh Polri, mengingat adanya penundaan sejak kejadian sebenarnya (8/7) dan waktu pengumuman (11/7). Selain itu, adanya kejanggalan terkait hasil autopsi jenazah Brigadir J turut membuat publik mendesak penyelidikan lebih lanjut. Kapolri pun kemudian membentuk Tim Khusus untuk membuka kasus ini seterang-terangnya.

Baca Juga: Tim Siber dan Penyidik Kumpulkan Bukti Baru untuk Komnas HAM

Kapolri dalam konferensi pers di Mabes Polri, petang ini menyatakan, telah ditemukan perkembangan baru bahwa tidak ditemukan fakta peristiwa tembak menembak seperti yang dilaporkan sebelumnya. “Sekali lagi saya tegaskan, tidak terjadi tembak menembak seperti yang dilaporkan pada awal,” katanya.

Kapolri melanjutkan, tim khusus bentukannya menemukan peristiwa penembakan terhadap Brigadir Joshua . “Yang mengakibatkan Joshua meninggal dunia yang telah dilakukan oleh saudara RE atas perintah saudara FS,” tegasnya.