Home Sumbagsel Saung Belajar di Muba Bantu Anak Suku Anak Dalam Melek Huruf Lewat

Saung Belajar di Muba Bantu Anak Suku Anak Dalam Melek Huruf Lewat

Muba, Gatra.com - Guna mendorong peningkatkan kemampuan membaca dan berhitung anak-anak yang berasal dari Suku Anak Dalam (SAD) dan juga wujud sumbangsih perusahaan bagi masyarakat sekitar, PT Marga Bara Jaya (MBJ) sebagai perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur di Sumsel bekerja sama dengan institusi pendidikan di Desa Pagar Desa, Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, mengaktifkan Saung Belajar bagi anak-anak SAD tersebut.

Perwakilan PT MBJ, Anton Wasito, mengatakan bahwa angka melek huruf yang masih sangat rendah di kalangan anak-anak SAD di Sungai Badak menjadi keprihatinan bersama.

“Kami menyadari anak-anak SAD yang ada di sekitar wilayah kerja kami masih sangat minim terjangkau dunia pendidikan. Untuk itu, kami berupaya untuk ikut turun tangan membantu dinas pendidikan setempat. Kami berinisiatif mendirikan Saung Belajar bagi anak-anak SAD dan juga mendatangkan tenaga bantuan guru yang berafiliasi dengan SD terdekat,” ujarnya, Rabu (10/8).

Menurutnya, Saung Belajar itu sudah berdiri sejak tahun 2021 lalu, namun baru aktif pada tahun 2022 ini. Jarak Saung Belajar dari pemukiman SAD Sungai Badak pun semakin dekat yaitu sejauh 500 meter. Sebelumnya SAD harus menempuh sejauh 6 Kilometer (Km) dari pemukiman lama untuk menjangkau Saung Belajar.

Dikatakannya, kemampuan mereka untuk membaca dan juga menghitung menjadi bekal penting untuk mereka dalam menempuh jenjang pendidikan. “Terpenting juga bagi mereka untuk bisa memperbaiki taraf kehidupan dan juga dalam aktivitas keseharian mereka,” katanya yang belum lama ini meninjau Saung Pintar itu.

Kepala Sekolah SD Negeri Pagar Desa, Dodo Hadiri, S.Pd, mengatakan saat ini kondisi pendidikan anak-anak SAD sangat memprihatinkan. “Hampir 70 persen anak-anak SAD dalam kondisi buta huruf. Usia anak-anak yang buta huruf ini berada di rentang usia 7-12 tahun,” ujarnya.

Dijelaskannya, saat ini di sekitar wilayah Sungai Badak terdapat sekitar 20 anak-anak SAD. Sebanyak 12 anak sudah mulai aktif mengikuti kegiatan belajar di Saung belajar dan pekan ini ada penambahan dua murid dari awal 12 itu menjadi 14 murid.

“Dan secara bertahap akan diupayakan penambahan murid kurang lebih 15 hingga 20 murid dari daerah Sungai Renja,” katanya.

Untuk aktivitas belajar mengajar di Saung Belajar dibantu oleh dua orang guru, Rika Wahyuni Hia dan Dea Dewi Aryani. Saat ini proses belajar mengajar di Saung Belajar sudah berjalan lebih dari satu bulan. “Untuk awalnya kami fokus pada pembelajaran pengenalan huruf dan angka,” ujar Rika.

Sedangkan menurut Dea, anak-anak SAD sangat antusias mengikuti proses belajar yang berlangsung tiga kali dalam seminggu. “Mereka senang dengan angka untuk kemudikan diterapkan dalam hitungan karena kemampuan ini sangat terpakai dalam kehidupan sehari-hari mereka,” tambah dia.

Sementara itu, Kepala Desa Pagar Desa, Firman Luther Hia, menjelaskan insiatif PT MBJ untuk mendirikan Saung belajar bagi SAD di wilayahnya sangatlah tepat untuk memenuhi kebutuhan pendidikan mereka.

“Selama ini mereka mengalami kesulitan menjangkau pendidikan ditambah lagi jarak yang sangat jauh antara rumah mereka dan lokasi sekolah terdekat. Dengan adanya Saung Belajar mereka akhirnya bisa mulai bersekolah,” ujarnya.

Firman juga mengatakan, adanya Saung Belajar ini sebagai langkah awal yang sangat baik. Meski sejauh ini diakuinya masih ada beberapa kendala kekurangan tenaga pengajar dan juga kebutuhan sarana lainnya. “Hanya saja, setidaknya saat ini proses belajar mengajar bagi SAD sudah dimulai,” katanya.