Home Milenial International Youth Day 2022 : Ajak Semangat Pemuda Indonesia Sambut Pemilu 2024

International Youth Day 2022 : Ajak Semangat Pemuda Indonesia Sambut Pemilu 2024

Jakarta, Gatra.com– Berdasarkan hasil rekomendasi World Conference of Minister Responsible for Youth yang diselenggarakan di Lisbon pada tanggalo 8-12 Agustus 1998, Majelis Umum PBB menetapkan 12 Agustus sebagai Hari Pemuda Internasional atau International Youth Day.

Dalam memperingati hari Hari Pemuda Internasional tahun ini, Bawaslu menggandeng IFES dan DFAT Australia mengajak kepada seluruh pemuda Indonesia untuk bersama-sama mencegah terjadinya kecurangan dalam proses pemilu yang akan diselenggarakan di tahun 2024 mendatang.

Dalam Diskusi “Partisipasi Anak Muda dalam Pemantauan Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024” di Shangri-La Hotel, Jakarta. Turut dihadiri oleh Admira Dini Salim selaku Country Director IFES Indonesia, Lolly Suhenty selaku Komisioner Bawaslu, Tom Choghlan selaku Acting Counsellor Political.

Sesi pertama diskusi di isi oleh Lolly Suhenty, Ia menyampaikan bahwa masa depan bangsa sekarang ada di tangan generasi muda. Oleh karena itu ia berharap melalui acara ini agar para Generasi Milenial ataupun Gen Z bisa lebih mawas terhadap proses pemilu.

“Arah kebijakan Bawaslu RI dalam menyongsong pemilu, memastikan kuatnya pencegahan, terhadap kecurangan dan sengketa. Dalam upaya pencegahan membutuhkan strategi, dan melalui strategi itu kita bisa memastikan bahwa tidak ada kecurangan maupun suap” katanya.

Selanjutnya, Bawaslu RI juga mengadakan kolaborasi dengan berbagai pihak yang hadir di acara, diluar kota, provinsi maupun daerah yang susah dijangkau agar dapat terlibat dalam proses pencegahan kecurangan dalam kampanye pemilu.

Admira Dini Salim selaku Country Director IFES Indonesia juga menambahkan pemilu merupakan titik temu atau pesta rakyat, dimana semua rakyat berbondong-bondong memilih siapa yang pantas untuk menjadi pemimpin negeri.

Patut adanya kerja sama kepada semua elemen masyarakat agar dalam pemilu 2024 berjalan ke arah yang lebih baik lagi dan masalah-masalah tidak terulang.

“Kami ingin memanfaatkan moment ini atas peran dan kerja keras dalam suksesnya pemilu. Namun semua itu tidak lepas dari peran kaum muda yang aktif dalam mengawasi lewat media sosial," katanya.

Hal ini karena media sosial juga banyak ujaran kebencian, hoax, teror-teror tidak mendasar yang bisa membahayakan mental. "Kami harap kaum muda bisa lebih bijak dalam menerima informasi dengan sebaik-baiknya.” jelasnya.