Home Apa Siapa Perankan Ismail Marzuki, Lukman Sardi Merasa Tak Tahu Sejarah Indonesia

Perankan Ismail Marzuki, Lukman Sardi Merasa Tak Tahu Sejarah Indonesia

Jakarta, Gatra.com – Aktor kenamaan Tanah Air Lukman Sardi diplot memerankan sosok Ismail Marzuki dalam episode “Senandung di Ujung Revolusi” pada pegelaran musim kedua serial monolog “Di Tepi Sejarah”. Lukman mengaku, ia merasa semakin tak tahu banyak hal tentang sejarah Indonesia.

“Buat aku, semakin ke sini tuh, melalui proses ini semua tuh, aku merasa semakin enggak tahu apa-apa tentang sejarah Indonesia,” ujar Lukman dalam Konferensi Pers Monolog “Di Tepi Sejarah” Musim Kedua, Senin (15/8). Terlebih, akunya, banyak sekali sosok-sosok dalam pementasan “Di Tepi Sejarah” yang belum pernah ia dengar sebelumnya.

Sebagaimana diketahui, serial monolog “Di Tepi Sejarah” musim kedua ini tak hanya membawakan sosok Ismail Marzuki. Pementasan tersebut juga akan mengangkat sosok Sjafruddin Prawiranegara (1911-1989), Kassian Cephas (1845-1912), Gombloh (1949-1988), dan Emiria Soenassa (1985-1964) ke atas panggung.

“Buat aku, itu suatu tamparan yang besar banget, sih. Maksud aku, aku lahir di Indonesia, punya sejarah yang panjang dari keluarga tentang Indonesia, dengan segala bentuknya, tapi aku enggak tahu orang-orang ini,” jelasnya.

Lukman bahkan menyebut ketidaktahuannya tersebut sebagai sebuah peringatan besar. Terlebih, ia merasa, sebagai orang tua, ia wajib memberitahukan informasi tersebut ke anak-anaknya sebagai penerus bangsa. Terlebih, dalam hematnya, saat ini penggunaan bahasa Inggris justru acap kali digunakan di berbagai tempat.

“Ini jadi momen yang penting banget, bagaimana mereka, whatever, ‘Lo mau pakai bahasa apa pun, tapi yang harus lo mengerti adalah sejarah bangsa lo sendiri, dan orang-orang yang ada di dalamnya’. Itu menurut aku itu jadi sangat penting,” tegas Lukman dalam konferensi pers tersebut.

Oleh karena itu, Lukman pun merasa berterima kasih kepada Titimangsa dan KawanKawan Media yang telah membawanya pada titik, di mana ia dapat menyadari betul bahwa dirinya tidak tahu apapun. Hal itu pun Lukman akui membuatnya ingin belajar lebih dalam lagi.

Sementara itu, terkait perannya dalam serial monolog “Di Tepi Sejarah”, Lukman mengaku ini adalah pertama kalinya ia berlakon dalam sebuah pementasan monolog. Ia bahkan mengaku sempat merasa “deg-degan” akibat perannya itu.

“Di sini itu, karakter Ismail Marzuki adalah pemusik yang kebetulan memang aku banyak dengar cerita dulu dari papa aku, karena bapaknya papa aku, kakek itu kan pemain musik juga, yang memang bersahabat dengan Ismail Marzuki,” ujar Lukman. Hal itu membuatnya berpikir kesempatan berperan sebagai Ismail Marzuki adalah suatu hal yang luar biasa.

Terlebih, Lukman mengaku dirinya sudah lama tak bermain biola. Padahal, untuk memerankan sosok Ismail Marzuki dalam pementasan tersebut, ia perlu bermain biola. Ia juga harus bernyanyi, meski mengaku tak suka apabila diminta bernyanyi.

Lukman mengaku, ada banyak hal dari perannya itu yang membuatnya resah dan berkecamuk. Namun, berkat proses dan diskusi bersama Sutradara Agus Noor, Lukman mengaku berhasil mendapat energi yang luar biasa untuk memerankan sosok Ismail Marzuki.

“Aku akhirnya merasa, apaya, kayak semacam gini loh, istilahnya tuh kayak, ‘Oke, kamu udah dapat kesempatan ini, enggak usah mikir apa-apa lagi. Jalanin aja, berarti memang ini buat kamu, bukan orang lain’,” ujar Lukman.

Dengan pemikiran itu, Lukman akhirnya menjadi percaya diri. Ia juga menjadi yakin bahwa dirinya lah yang harus memerankan tokoh Ismail Marzuki dalam pementasan tersebut.

Sebagai informasi, “Di Tepi Sejarah” musim kedua akan mulai tayang pada 17 Agustus 2022 mendatang, dengan episode pertama “Kaca Mata Sjafruddin” yang menceritakan sosok Ketua Pemerintahan Darurat RI (PDRI) Sjafruddin Prawiranegara. Sementara “Senandung di Ujung Revolusi” akan ditayangkan pada 25 Agustus 2022 mendatang, di kanal YouTube Budaya Saya dan Indonesiana TV.