Home Internasional Ukraina-Rusia Saling Tuduh Atas Serangan di Dekat Pembangkit Nuklir Zaporizhzhia

Ukraina-Rusia Saling Tuduh Atas Serangan di Dekat Pembangkit Nuklir Zaporizhzhia

Kyiv, Gatra.com - Ukraina menyerukan sanksi baru terhadap Rusia. Kyiv pun menyoroti konsekuensi bencana di pembangkit nuklir terbesar Eropa, di mana penembakan baru di dekatnya telah memantik kedua pihak untuk kembali saling menyalahkan.

Diketahui, pejabat Ukraina dan Rusia telah bertukar tuduhan tentang pihak yang harus bertanggung jawab atas serangan di dekat pembangkit nuklir Zaporizhzhia di Ukraina selatan.

Mengenai itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pun telah memperingatkan tentara Rusia bahwa apabila mereka menyerang situs di kota Enerhodar atau menggunakannya sebagai pangkalan untuk menembak, maka mereka akan menjadi target khusus.

"Jika suatu bencana terjadi melalui tindakan Rusia, konsekuensinya bisa menimpa mereka yang untuk saat ini diam," tegas Zelensky dalam pidato Senin (15/8) malam, saat menyerukan sanksi baru terhadap sektor nuklir Rusia.

Dikutip Reuters Selasa (16/8), Zelensky juga menyebut bahwa dunia telah kalah apabila tidak menunjukkan kekuatan dan ketegasan untuk mempertahankan satu pembangkit listrik tenaga nuklir saat ini.

Sebelumnya, pejabat Rusia di Enerhodar Vladimir Rogov mengatakan pada Senin (15/8), bahwa serangan artileri berat dari howitzer M777 buatan AS telah menghantam dekat pembangkit nuklir dan daerah pemukiman selama dua jam.

Kantor berita Rusia Interfax juga menyebut pasukan Ukraina telah melepaskan tembakan, dengan ledakan di dekat pembangkit listrik.

Menurut kepala administrasi distrik Nikopol, yang terletak di seberang sungai dari Enerhodar dan tetap berada di bawah kendali Ukraina, pasukan Rusia telah menembaki kota itu untuk membuat seolah-olah Ukraina yang menyerangnya.

"Rusia berpikir mereka dapat memaksa dunia untuk mematuhi persyaratan mereka dengan menembaki Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia,” tulis kepala staf kepresidenan Ukraina Andriy Yermak di Twitter, Senin (15/8).

PBB mengatakan memiliki kapasitas logistik dan keamanan untuk mendukung kunjungan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) jika Rusia dan Ukraina setuju.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu Senin (15/8) lalu telah pembicaraan telepon dengan Guterres untuk membahas keamanan kondisi dan fungsi dari pembangkit listrik tersebut.

"Dalam kerja sama yang erat bersama badan tersebut dan kepemimpinannya, kami akan melakukan segala yang diperlukan agar spesialis IAEA berada di jalurnya dan memberikan penilaian yang jujur atas tindakan destruktif pihak Ukraina," kata juru bicara kementerian luar negeri Rusia Maria Zakharova.

Wakil Kepala Departemen Proliferasi Nuklir Dan Pengendalian Senjata Kementerian Luar Negeri Igor Vishnevetsky justru mengatakan bahwa akan terlalu berbahaya bagi IAEA untuk melakukan perjalanan melalui ibukota Kyiv untuk memeriksa pembangkit listrik tersebut.

138