Home Nasional Jokowi: Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu Jadi Perhatian Serius

Jokowi: Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu Jadi Perhatian Serius

Jakarta, Gatra.com - Indonesia jadi produsen kunci dalam rantai pasok baterai litium global. Bahkan produsen mobil listrik dari Asia, Eropa, dan Amerika ikut berinvestasi di Indonesia.

Penjelasan itu dikatakan Presiden Joko Widodo dalam Pidato pada Sidang Tahunan MPR RI tahun ini. Presiden mengingatkan masyarakat harus membangun ekosistem industri di dalam negeri yang terintegrasi, yang akan mendukung pengembangan ekosistem ekonomi hijau dunia.

“Selain dengan hilirisasi, optimalisasi sumber energi bersih dan ekonomi hijau harus terus kita tingkatkan,” jelas Presiden dalam keterangan pers, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta (16/8).

Kepala Negara mengatakan persemaian dan rehabilitasi hutan tropis dan hutan mangrove, serta rehabilitasi habitat laut, akan terus dilakukan tambahnya, dan akan menjadi potensi besar penyerap karbon.

“Saya optimistis, kita akan menjadi penghasil produk hijau yang kompetitif di perdagangan internasional nantinya,” ujarny. 

Ia berharap upaya tersebut bisa langsung disinergikan dengan program peningkatan produksi pangan dan bio energi.

Diketahui, untuk beras konsumsi, Indonesia sudah tidak lagi impor dalam tiga tahun terakhir. Pembangunan bendungan dan irigasi telah mendukung peningkatan produktivitas nasional.

“Alhamdulillah, kita baru saja memperoleh penghargaan dari International Rice Research Institute karena kita dinilai mampu mencapai sistem ketahanan pangan dan swasembada beras sejak tahun 2019.” katanya.

Demikian juga dengan pemberantasan korupsi, kata Jokowi juga akan terus menjadi prioritas utama. Ia minta kepada Polri, Kejaksaan, dan KPK untuk terus bergerak. 

Tidak hanya itu, korupsi besar di Jiwasraya, ASABRI, dan Garuda berhasil dibongkar, dan pembenahan total telah dimulai. Penyelamatan aset negara yang tertunda, seperti kasus BLBI, terus dikejar, dan sudah menunjukkan hasil.

Selain itu, penyelesaian pelanggaran HAM berat masa lalu, juga terus menjadi perhatian serius Pemerintah. RUU Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi sedang dalam proses pembahasan. Tindak lanjut atas temuan Komnas HAM masih terus berjalan.

“Keppres Pembentukan Tim Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu telah saya tanda tangani,” tambahnya.

Berbagai macam bantuan sosial akan dilanjutkan dengan sinergi yang lebih baik. Program pelatihan dan bantuan untuk para pekerja akan terus ditingkatkan. Program-program ini menjangkau nelayan, petani, buruh, pekerja informal, dan penyandang disabel.

“Tentang disabel, kita baru saja menjadi tuan rumah ASEAN Para Games di Solo, dan Alhamdulillah, kita menjadi Juara Umum,” kata Presiden Republik Indonesia ke-7 ini.

Tidak lupa, Jokowi akan terus mendukung UMKM agar bisa naik kelas. Digitalisasi ekonomi yang telah melahirkan dua decacorn dan sembilan unicorn terus negeri dorong untuk membantu pemberdayaan UMKM. Menurutnya, 19 juta UMKM telah masuk dalam ekosistem digital dan ditargetkan sebesar 30 juta UMKM akan masuk ekosistem digital pada tahun 2024.

Jokowi juga menerangkan pembangunan Ibu Kota Nusantara juga harus dijaga keberlanjutannya. IKN bukan hanya untuk para ASN menurutnya, tetapi juga para inovator dan para wirausahawan.

“Bukan kota biasa, tetapi kota rimba dengan pelayanan pendidikan dan kesehatan kelas dunia. Kawasan Inti Pusat Pemerintahan memang dibangun oleh APBN, tetapi selebihnya, 80% investasi swasta diundang untuk berpartisipasi,” katanya.