Home Ekonomi Target 30 Juta UMKM Go Digital, Pemerintah Didorong Akselerasi Infrastruktur Telekomunikasi

Target 30 Juta UMKM Go Digital, Pemerintah Didorong Akselerasi Infrastruktur Telekomunikasi

Jakarta, Gatra.com - Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menilai target pemerintah untuk mendorong go digital pada sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) masih akan dibalut oleh beberapa tantangan.

Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo, menargetkan 30 juta pelaku UMKM untuk go digital. Dari target tersebut, saat ini baru ada 19 juta UMKM yang bergabung di ekosistem digital.

Secara singkat, Bhima menyebut angka tersebut bisa tercapai. Namun, jika bicara tantangan yang ada saat ini, salah satunya adalah sumber daya manusia (SDM) yang kurang memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi.

"UMKM itu sebagian didominasi oleh baby boomers atau Gen X yang adaptif digital masih rendah, jadi bagaimana pendampingan dari kementerian, pemerintah daerah, BUMN untuk mempercepat adopsi digital pada UMKM," kata Bhima dalam keterangan tertulis, Kamis (18/8)

Selain tantangan SDM, ia juga membaca masih adanya tantangan terkait dengan minimnya akses untuk pengadaan barang dan jasa melalui UMKM. Padahal pemerintah memiliki target 40 persen barang dan jasa berasal dari UMKM.

Menurutnya, Harus ada keberpihakan dalam sisi regulasi untuk platform e-commerce. Sehingga, penyerapan produk UMKM pun akan lebih banyak dan otomatis membawa produk UMKM masuk ke sistem digital.

"Sedangkan tantangan utamanya tentu soal infrastruktur yang masih belum memadai. Infrastruktur internet terutama di wilayah pedesaan gap-nya masih cukup melebar," ungkapnya.

Menjawab tantangan infrastruktur internet tersebut, sejatinya sudah mulai bisa tertangani dnegan telah adanya merger yang dilakukan operator Indosat Ooredoo (PT Indosat Tbk) dan Tri (PT Hutchison 3 Indonesia/H3I) menjadi Indosat Ooredoo Hutchinson (IOH).

"Jadi tidak hanya kita lihat merger ini semata hanya untuk meningkatkan penetrasi internet, tapi melengkapi ekosistem digital yang lebih baik," tuturnya.

Menurut Bhima, hal tersebut juga akan mampu menghadirkan akses internet yang dapat lebih menjangkau wilayah yang belum ter-coverage.

"Iya itu akan memiliki peran, tapi bukan hanya penyediaan akses internetnya, diharapkan dia juga masuk dalam supporting-nya, seperti cloud computing, data center kemudian juga fasilitas yang mendukung ekosistem digital," ujar Bhima.

Sementara itu, anggota Komisi I DPR RI, Rizki Aulia Rahman Natakusumah, menyebut Kemenkominfo harus mengencangkan lagi komitmen untuk memperluas jaringan komunikasi. Hal ini penting dalam mengakselerasi ekosistem go digital dalam UMKM. 

Sehingga, ia pun mendukung langkah merger yang dilakukan oleh operator seperti Indosat dan Tri yang sudah harus didukung pemerintah dengan regulasi yang komprehensif.

Begitu juga dengan upaya merger yang dilakukan oleh operator lainnya misalnya XL Axiata. Hal ini untuk memperkuat mereka dari sisi bisnis, juga menyederhanakan operator yang ada. Di lain sisi juga agar konsumen diuntungkan dengan tarif yang makin terjangkau.

"Pemerintah harus mendukung hal ini untuk memperkuat perusahaan telekomunikasi di Tanah Air," kata dia.

54