Home Kesehatan Perkembangan Kasus Covid-19

Perkembangan Kasus Covid-19

Jakarta, Gatra.com – Perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan. Pada 17 Agustus 2021, jumlah kasus Covid berada di kisaran 350 ribu kasus aktif dengan jumlah harian hingga 11 ribu. Sementara di tanggal yang sama di tahun ini, kasus aktif Covid berada di 50 ribu dengan kasus harian di angka 5 ribu. Total kesembuhan juga meningkat hingga 9%, serta jumlah keterisian tempat tidur yang menurun hingga 33%.

Jumlah vaksinasi juga meningkat pesat. Masyarakat yang telah mendapat vaksin dosis 1 sekitar 86,52%. Ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah masyarakat yang mendapat vaksin paling banyak di dunia. Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menjelaskan bahwa ketaatan pada protokol kesehatan harus terus dilakukan.

“Tidak lelah saya ingatkan bahwa dalam berkegiatan masyarakat, tetap menggunakan masker dengan benar. Selain itu, terus tingkatkan cakupan vaksinasi dosis ketiga,” jelasnya pada konferensi pers di Jakarta, Kamis (18/8).

Secara global, Covid 19 masih menjadi wabah dan Indonesia belum sepenuhnya pulih sehingga diperlukan kehati-hatian dan kewaspadaan di tengah aktivitas.

“Pemerintah Indonesia selalu berusaha adaptif dengan keadaan pandemi yang amat dinamis,” ujarnya.

Hal ini terlihat dari adanya perubahan kebijakan selama masa pandemi diawali dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), hingga Pemberlakuan Pembatasan Aktivitas Masyarakat (PPKM) yang masih berlaku hingga hari ini. Kehati-hatian ini juga dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi perubahan pada virus ini sendiri, di mana saat ini Covid telah bermutasi menjadi Covid varian Omicron.

Kekebalan komunitas menjadi tujuan dari pelaksanaan vaksinasi. Hasil survey pada Juli 2022 menunjukkan bahwa 98,7% masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi. Namun, Wiku menegaskan bahwa antibodi ini memiliki jangka waktu tertentu sehingga diperlukan penguat melalui vaksin booster.

Pada Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2023, anggaran khusus untuk Covid-19 sudah ditiadakan. Hal ini berpengaruh pada pemberian vaksin secara gratis yang selama ini disubsidi oleh pemerintah. Atas dasar itu, Wiku mendorong masyarakat untuk segera melengkapi vaksinasi di tahun ini.