Home Kalimantan Berpotensi Jadi Proyek Siluman, Pembangunan Tugu Senilai 160 M di Banjarmasin Diprotes

Berpotensi Jadi Proyek Siluman, Pembangunan Tugu Senilai 160 M di Banjarmasin Diprotes

Banjarbaru, Gatra.com - Pembangunan Tugu Pal Nol Banua di samping Kantor Gubernur Kalsel di Jalan Sudirman Kota Banjarmasin, menuai kritik keras dari Ketua LSM Kelompok Pemerhati Kinerja Aparatur Pemerintah dan Parlemen (KPK-APP) Kalimantan Selatan, Aliansyah.

Pembangunan tugu yang digagas Gubernur Kalsel Sahbirin Noor itu menurut Aliansyah manfaatnya tidak jelas dan hanya akan menghambur - hamburkan uang.

"Sebelum melakukan pembangunan harus dikaji dulu, bawa ke dialog publik dulu, sampaikan apa manfaatnya, jangan sampai menjadi proyek mencari keuntungan saja, proyek akal - akalan yang ujung - ujungnya tidak bermanfaat bagi rakyat. Pemprov jangan buat agenda yang manfaatnya tidak jelas," ujar Aliansyah kepada Gatra.com, Kamis (18/8).

Tokoh LSM yang terkenal vokal dalam menyuarakan aspirasi rakyat itu juga menanyakan apakah proyek Tugu Pal Nol itu masuk dalam rencana pembangunan jangka pendek Kalsel.

"Kalau tidak ada dalam rencana proyek jangka pendek dan tidak pernah dibawa dan disusun pada Musrenbang baik di provinsi maupun kabupaten, maka saya khawatir proyek ini berpotensi jadi proyek siluman," ucapnya bernada tegas.

Kalau pun ada pada rencana proyek jangka pendek, beber aktivitas yang sering menggelar aksi demo di Kantor KPK RI itu, maka lokasi proyek yang disebutnya proyek mercusuar itu tidak tepat. Seharusnya tugu itu dibangun di Kota Banjarbaru yang telah disepakati sebagai ibu kota Kalsel yang baru mengganti Banjarmasin.

"Harusnya dibangun di perkantoran Setdaprov Kalsel agar lebih cepat berkembang. Di Banjarbaru kultur tanahnya keras. Sedangkan di Banjarmasin tanah rawa. Kalau bangunan bertingkat banyak dan dibangun di bentaran sungai, tentu sangat berbahaya dan tidak efektif," cetusnya.

Aliansyah berujar, Kota Banjarmasin layaknya jadi kota industri, perdagangan dan pariwisata. "Jadi batalkan proyek Tugu Paling Nol di Banjarmasin. Kalau mau menata kota, lokasinya pindah ke Banjarbaru seiring Kalsel menjadi pintu gerbang ibu kota negara. Kalau Tugu Pal Nol dibangun di Banjarmasin ini menunjukkan pemprov tidak konsisten dan kometmen terhadap pembangunan ibu kota provinsi," gumamnya.

Untuk diketahui, pembangunan Tugu Pal Nol Banua mulai digarap bertepatan dengan puncak peringatan Hari Jadi ke-72 Provinsi Kalsel, Senin (15/8/2022) ditandai peletakan batu pertama pembangunan tugu oleh Gubernur Sahbirin Noor.

Biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan pembangunan berkisar Rp160 miliar. Tugu Pal Nol Banua ini sendiri dijadikan kado bagi warga Banua di hari jadi ke 72 Provinsi Kalimantan Selatan.

Pembangunan Tugu Pal Nol Banua sebenarnya sudah disampaikan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor pada HUT ke-70 tahun 2020 lalu. Menurutnya, tugu itu akan menjadi ikon Kalsel, karena terjadi pandemi Covid-19 sejak tahun 2020 itu.

Bahkansampai kini belum benar-benar usai, pembangunan tertunda, hingga pada Harjad ke-72 tahun 2022 ini kembali diwujudkan.

“Jadi kalau di Jakarta itu kan ada Monas, kalau ke Kalsel nantinya tugu 0 KM, jadi kurang resmi kalau mengunjungi Kalsel tidak berfoto di tugu 0 KM,” ujar Gubernur.

Plt. Kepala Dinas PUPR Kalsel, Ahmad Solhan, mengatakan tahap awal pembangunan ini dianggarkan sekitar Rp 27 miliar untuk pondasi dasar.

Menurut dia, Tugu Pal Nol Banua ini dikerjakan dengan anggaran secara tahun jamak hingga 2024. “Sampai selesai menghabiskan dana sekitar Rp 160 miliar,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kalsel, Agung Dewanto, menambahkan struktur utama tugu nantinya 66 meter. Sementara sisanya adalah hiasan dari tugu yang menjulang hingga 99 meter.

“Tugu ini ada lima lantai yang nantinya akan disewakan untuk franchise dan sisanya menara pandang, sementara di sekitar tugu ada tempat untuk UMKM A dan UMKM B,” katanya.