Home Hiburan Seseorang Pasang Lowongan Kerja bagi Peneliti untuk Buktikan Betapa Bersalahnya Amber Heard

Seseorang Pasang Lowongan Kerja bagi Peneliti untuk Buktikan Betapa Bersalahnya Amber Heard

Jakarta, Gatra.com– Sebuah lowongan pekerjaan dalam salah satu situs pekerja lepas Upwork sedang mencari peneliti yang dapat menyambungkan konten yang “membuktikan betapa bersalahnya Amber Heard”.

Sebagaimana yang dilansir oleh VICE, postingan tersebut berbunyi, “Memperkerjakan Peneliti Judul untuk Drama Johnny Depp/Amber Heard” dengan tawaran upah 8 dolar Amerika atau sebesar Rp119 ribu. Upah tersebut diperkirakan perhitungannya per jam, untuk “judul penelitian” untuk menghasilkan delapan hingga sepuluh judul untuk video YouTube.

“Semua penggemar kami adalah Penggemar Johnny Depp jadi mereka ingin video tentang bukti baru, selebritis, atau yang lainnya yang melawan Amber Heard atau mendukung Johnny Depp,” bunyi gambaran pekerjaan tersebut. “Tim kami mengharapkan Anda untuk datang dengan Judul Clickbait yang akan mengejutkan kami.”

Link postingan untuk video yang diciptakan oleh Just In, sebuah kanal YouTube yang memiliki 268 ribu pelanggan, contohnya. Beberapa video yang banyak diedit meremehkan Heard dan mendukung Depp dan pengacaranya di situs tersebut.

Contohnya antara lain “BUSTED! Trustworthy PROOF That Amber RENTS Her Baby JUST LEAKED!” (terjemahan Bahasa Indonesia: “KETAHUAN! BUKTI Yang Dapat Dipercaya Bahwa Amber SEWA Bayinya BARU SAJA BOCOR!). Selain itu, ada “Johnny SPOTTED Donating MILLIONS To People In Poor Neighborhoods!” (terjemahan Bahasa Indonesia: “Johnny TERLIHAT Berdonasi JUTAAN Untuk Orang-orang di Lingkungan Orang Miskin”). Kedua judul tersebut telah meraih ribuan tontonan dan diposting pada Rabu dalam hitungan jam masing-masing.

Kanal tersebut tidak mengkonfirmasi kepada VICE News tentang apakah ini dibalik lowongan pekerjaan Upwork sejak saat itu dipublikasikan. Tampaknya itu juga merupakan lowongan pekerjaan kedua dari jenisnya, dengan yang sebelumnya hilang dari Upwork setelah liputan berita. Upwork tidak segera menanggapi permintaan komentar dari VICE News.

Ucapan pedas terhadap Heard di media sosial kemungkinan mempengaruhi juri yang memutuskan ia bersalah karena mencemarkan nama baik mantan suaminya Depp pada Juni lalu. Depp telah mengajukan gugatan pencemaran nama baik terhadap Heard sebesar US$50 juta atau setara dengan Rp742,9 miliar dalam menanggapi Washington Post op-ed tahun 2018 bahwa Heard menulis pengalamannya dengan kekerasan dalam rumah tangga.

Heard menggugat Depp untuk ganti rugi 100 juta dolar Amerika atau setara dengan Rp1,4 triliun dalam menanggapi pernyataaan publik yang dibuat oleh salah satu pengacara Depp yang merujuk ke tuduhannya sebagai “palsu” dan “tipuan”, yang juga harus dipertimbangkan oleh juri.

Juri memutuskan bahwa op-ed milik Heard palsu salah dan memfitnah, dan bahwa Heard berniat untuk mencemarkan nama baik Depp dan akhirnya Depp mendapat hadiah ganti rugi sebesar US$15 juta  setara dengan Rp222,8 miliar.

Saat ini, Heard berencana untuk membanding kasusnya.

Terlepas dari vonis tersebut, pelecehan daring terhadap Heard belum mengalah. Bulan lalu, Bot Sentinel, alat analisis Twitter, merilis laporan bahwa merujuk kepada kebencian yang menargetkan Heard sebagai “salah satu kasus terburuk dari manipulasi platform dan penyalahgunaan mencolok dari sekelompok akun Twitter.” Sebelumnya, VICE News melaporkan bagaimana para pembuat konten mendapat pengikut dan pelanggan untuk memosting konten anti-Heard selama persidangan.