Home Kebencanaan Pasca Banjir Bandang, Rumah Hilang di Pati Belum Dibangun, Terkendala Biaya

Pasca Banjir Bandang, Rumah Hilang di Pati Belum Dibangun, Terkendala Biaya

Pati, Gatra.com – Sejumlah rumah yang hilang diterjang banjir bandang di wilayah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, hingga kini belum tersentuh pembangunan kembali. Khususnya di Desa Tunjungrejo yang merupakan satu diantara dua desa di wilayah Kecamatan Margoyoso yang terdampak paling parah banjir bandang, Kamis (14/7) silam.

Kepala Desa (Kades) Tunjungrejo, Mochammad Ali Zuhdi mengatakan, di desanya ada sebanyak 17 rumah yang hilang rusak berat, sedang, dan ringan. 14 rumah yang rusak sudah dalam proses pengerjaan dan dua lainnya belum. Sementara tiga rumah yang hilang belum tersentuh pengerjaan.

“Rumah yang hilang berdasarkan musyawarah akan dibangun rumah tipe 69, estimasi biaya Rp 62 juta per rumah,” ujarnya di Balaidesa setempat, Jumat (19/8).

Sementara ini, pihaknya telah menerima bantuan dari pemerintah daerah melalui Baznas dan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Pati. Selain itu bantuan juga mengalir dari para donatur melalui posko.

“Berharap ada bantuan dari beberapa pihak untuk memberikan tambahan biaya pembangunan rumah. Untuk rumah yang hilang itu totalnya sudah Rp27,5 juta (dari pemerintah kabupaten). Rumah yang rusak berat ringan saya tidak hafal, dari Baznas sudah masuk,” terangnya.

Sementara bantuan dari Disperkim, hingga saat ini belum cair padahal bencana yang sempat menjadi perhatian nasional itu, sudah sebulan lalu terjadi.

“Yang dari Disperkim belum ditransfer untuk 14 rumah rusak berat, sedang, dan ringan. Belum terima, mudah-mudahan pekan depan sudah terealisasi,” ungkapnya.

Meski begitu, pihaknya bersyukur karena banyaknya masyarakat yang menaruh perhatian dengan berdonasi di posko, jumlahnya sendiri saat ini telah mencapai Rp137,5 juta.

“Uangnya sudah kita belikan material. Sedangkan untuk membayar upah tenaga tukang dan beberapa tambahan materi itu belum ada. Mudah-mudahan Disperkim segera mentransfer bantuan ke rekening warga. Dan semoga ada bantuan dari donatur untuk membenahi rumah warga kami,” tuturnya.

Kondisi ini berbeda jauh dengan Desa Bulumanis Kidul yang juga terdampak cukup dahsyat banjir bandang. Di desa ini sebanyak 17 rumah warga juga mengalami hilang, rusak berat, sedang, dan ringan.

Kepala Desa Bulumanis Kidul, Susanto menyebutkan, saat ini progres pembangunan rumah rusak sedang sudah mencapai 80 persen selesai. Rumah rusak berat atau roboh pembangunan 50 persen. Bahkan satu rumah yang roboh sudah selesai dikerjakan, sementara enam sisanya dalam proses pembangunan.

“Untuk bantuan rumah dari bansos kabupaten, Baznas, dari donasi-donasi yang berupa uang maupun material sudah mencukupi,” jelasnya.

Rinciannya, bantuan dari baznas untuk rumah rusak berat yakni Rp17,5 juta, Bansos kabupaten Rp10 juta per rumah. Untuk rumah rusak sedang dan ringan jumlah bantuan dari pemerintah bervariasi ada yang Rp10 juta ada pula yang Rp5 juta.

“Ditambah dari donasi dari warga masyarakat, Alhamdulillah sudah bisa berproses, mudah-mudahan 30 hari kedepan sudah bisa ditempati. Kita bangun rumah tipe 36, rumah layak huni. Memang pesan dari masyarakat seperti itu. Kualitasnya lebih baik lagi dibandingkan rumah sebelumnya terdampak,” pungkasnya.