Home Hiburan Pengunjung Hari Kedua Festival Musikal Indonesia Tembus Angka 850

Pengunjung Hari Kedua Festival Musikal Indonesia Tembus Angka 850

Jakarta, Gatra.com - Festival Musikal Indonesia 2022 kini telah memasuki hari kedua, Minggu (21/8). Sebelumnya, festival musikal pertama di Indonesia ini telah sukses pada hari pertama pegelarannya, Sabtu (20/8) kemarin.

Jumlah pengunjung pegelaran hari kedua Festival Musikal Indonesia ini bahkan tembus hingga sekitar 850-900 pengunjung.

Direktur Festival Musikal Indonesia Rusdy Rukmarata pun mengaku bahwa jumlah tersebut melampaui jumlah pengunjung pada hari pertama pegelaran.

"Hari kedua lebih ramai. Itu saja yang kita rasakan," ujar Rusdy ketika ditemui di Ciputra Artpreneur, Jakarta, pada Minggu (21/8). Bahkan, kata Rusdy, tiket pada penjualan gelombang kedua bahkan ludes dalam waktu 3 menit, setelah gelombang sebelumnya ludes dalam waktu 6 menit.

Rusdy mengatakan, tingginya animo masyarakat di hari kedua pegelaran banyak dipengaruhi oleh eksistensi media sosial. Pasalnya, dengan media sosial, informasi yang ada dapat tersebar dengan lebih cepat.

Selain itu, Rusdy juga mengatakan, hal yang membedakan pegelaran hari pertama festival dengan hari keduanya terletak pada jumlah pertunjukan.

"Pertunjukannya juga lebih banyak hari ini, karena kita bisa mulai lebih awal, karena hari Minggu ya, gitu," jelas Rusdy. Pada pegelaran hari ini, ada empat komunitas yang tampil. Lebih banyak dibanding hari sebelumnya, dengan tiga komunitas.

Di hari keduanya, festival ini menyuguhkan sejumlah penampilan apik dari komunitas TEMAN Musicals, JAKARTA MOVIN, SWARGALOKA, dan EKI Dance Company.

Menjadi penampil pertama pada malam ini, Minggu (21/8), TEMAN Musicals mempertontonkan kisah Soe Hok Gie dalam pertunjukan bertajuk "Gie dalam Musikal". TEMAN Musicals membawakan kisah perjuangan Soe Hok Gie bersama teman-teman mahasiswanya sepanjang era peralihan dari pemerintahan Orde Lama ke Orde Baru.

Sementara JAKARTA MOVIN mempertontonkan perjuangan sembilan perempuan warga Kendeng, Jawa Tengah, untuk mempertahankan tanah kelahiran mereka dari ancaman berdirinya sebuah pabrik semen, lewat "Sembilan Sembilu".

Penonton juga disuguhkan dengan kisah masa muda raja terbesar Mataram Sultan Agung dalam "Tahta Mas Rangsang" yang dibawakan oleh Swargaloka.

Tak hanya itu, EKI Dance Company juga menampilkan ambisi Ken Dedes dan Ken Arok untuk menguasai dunia, serta pertemuan Ken Arok dan Ken Dedes dengan Ken Umang, dalam pegelaran "Ken Dedes".

Rusdy pun berharap, Festival Musikal Indonesia ke depannya dapat menjadi festival yang benar-benar "nasional", atau bahkan meningkat ke skala global.

"Harapannya itu, satu, ini akan menjadi festival yang sifatnya benar-benar nasional. Artinya keterwakilan dari Indonesia itu bisa ada. Dan dua, meningkat juga ke internasional. Mungkin mulai dengan Asia dulu, kemudian ya global," tukas Rusdy terkait harapannya untuk Festival Musikal Indonesia di masa mendatang.