Home Kebencanaan Dihantam Ombak Tinggi, Kapal Nelayan Tenggelam, Lima ABK Tewas

Dihantam Ombak Tinggi, Kapal Nelayan Tenggelam, Lima ABK Tewas

Batang, Gatra.com - Sebuah kapal pencari ikan asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah, KMN Prima United tenggelam usai dihantam ombak di perairan Karimunjawa. Lima anak buah kapal (ABK) tewas, dan satu lainnya hilang.

Informasi yang diperoleh Gatra.com menyebutkan, KMN Prima United dilaporkan tenggelam Senin (22/8) sekitar pukul 07.15 WIB di perairan sebelah Pulau Parang (Karimunjawa) setelah berangkat melaut dari Pelabuhan Batang pada Minggu (21/8). Kapal berukuran 30 gross ton (GT) ini sempat kembali ke Pelabuhan Batang sekitar dua jam setelah berangkat karena nahkoda kapal, Gunawan merasa tidak enak badan.

Setiba kembali di Pelabuhan Batang, Gunawan memutuskan untuk turun dari kapal dan batal ikut melaut. Kapal kemudian kembali berangkat melaut dengan nahkoda pengganti, yakni Slamet Sutoyo.

Kemudian pada Senin, Gunawan yang juga pemilik KMN Prima United mendapatkan informasi melalui radio kapal dari nahkoda KMN Alam Rahayu dan nahkoda KMN Jati Unggul Jaya 2, bahwa KMN Prima United tenggelam dihantam ombak. Kedua kapal itu merapat ke lokasi kejadian dan menyelamatkan sejumlah ABK yang terapung di laut.

Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Batang, Teguh Tarmujo mengatakan, KMN Prima United tenggelam dihantam ombak setinggi lebih dari dua meter saat sedang menebar jaring di perairan Kepulauan Karimunjawa.

"Saat itu posisi kapal agak miring karena sedang tebar jaring, terus kena ombak lalu oleng dan nahkoda tidak bisa mengendalikan kapal sehingga akhirnya tenggelam," ujarnya, Selasa (23/8).

Sebelum tenggelam, Teguh berujar, nahkoda KMN Prima United sempat meminta pertolongan melalui radio kepada kapal-kapal lain. Dua kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian kemudian datang untuk memberikan pertolongan.

"Sebelum tenggelam, nahkoda sempat kontak ke sesama kapal nelayan lain, sehingga ada dua kapal yang datang untuk menolong. Namun posisi para ABK-nya sudah tercerai berai di laut," ungkapnya.

Teguh menyebutkan, KMN Prima United yang menggunakan alat tangkap jaring tarik berkantong membawa 14 ABK dan nahkoda saat tenggelam dihantam gelombang tinggi. Dari jumlah itu, delapan orang berhasil diselamatkan setelah sempat terombang-ambing di laut, dan lima orang ditemukan sudah tewas.

"Kemudian satu orang lainnya statusnya sampai saat ini masih hilang, belum ditemukan," ujar dia.

Menurut Teguh, upaya pencarian satu ABK yang masih hilang tersebut sudah dilakukan menggunakan kapal-kapal pencarian ikan lainnya yang berada di sekitar lokasi kejadian, namun belum menemukan korban. HNSI juga sudah melaporkan kecelakaan itu ke Polairud Polres Batang.

"Informasi kejadian ini sudah menyebar ke kapal-kapal lain di sekitar TKP. Jadi sudah banyak yang merapat untuk menyisir, terutama kapal-kapal dari Batang. Ini masih mengupayakan pencarian," katanya.

Sementara itu, delapan ABK yang selamat maupun jenazah lima ABK yang tewas sudah berada di Batang, Selasa (23/8) pagi setelah dibawa menggunakan salah satu kapal yang menolong. Adapun identitas ABK yang meninggal, yakni Daroni, Waras Robi, Ahmad Muslih, Agus Prayitno, dan Tauhid. Sementara identitas ABK yang masih hilang yaitu Eka Yulianto.

Pemerintah Kabupaten Batang memberikan santunan untuk keluarga korban menyusul kejadian itu. Pemberian santuan disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki saat menyambut kedatangan jenazah ABK yang tewas dan ABK yang selamat di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) 1 Karangasem Utara. “Semoga santuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi keluarga yang ditinggalkan," kata dia.