Home Ekonomi 2 Tahun Food Estate, Petani: Produksi Alhamdulillah Naik

2 Tahun Food Estate, Petani: Produksi Alhamdulillah Naik

Jakarta, Gatra.com - Program Food Estate merupakan program pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) yang memiliki konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, bahkan peternakan di suatu kawasan. Program kebijakan ini masuk dalam salah satu Program Strategis Nasional (PSN) 2020-2024. Di lapangan, Kementan bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam menyiapkan infrastruktur hingga lahan siap tanam.

Menurut Pengamat Pertanian, Khudori, program ini penting dilakukan dalam upaya perkuatan ketahanan pangan.

"Pertama, selain sebagai antisipasi krisis pangan, langkah ini juga bisa dimaknai sebagai upaya menambah lahan pangan per kapita, yang Indonesia itu masih sangat sangat kecil," jelasnya.

Ketua Petani Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Hartoyo, menjelaskan bahwa produksi padi terbantu dengan adanya bantuan bibit, pupuk, serta infrastuktur. Ia juga mengatakan bahwa program food estate membantu menaikkan produksi pertanian.

"Untuk produksi, alhamdulillah naik. Namun ada kendala sedikit, Pak, untuk saluran, kurang begitu maksimal. Jadi untuk air itu untuk kelancaran lambat, soalnya dangkal," jelasnya pada acara bertajuk "Dua Tahun Food Estate, Apa Saja Pencapaiannya?" pada Selasa (23/8).

Direktur Perluasan dan Perlindungan Lahan Kementan, Erwin Noorwibowo, menjelaskan bahwa permasalahan terkait kedangkalan air akibat sempat adanya perubahan kerja dengan Kementerian PUPR.

"Pada awalnya, Kementerian PUPR melakukan rehabilitasi di semua blok. Pada bulan 5, ada fokus, pengerucutan hanya di Blok A. Kami sudah koordinasi dengan Kementerian PUPR, akan segera mengerjakan blok lain, termasuk blok D di Kalimantan," jelasnya.

Hartoyo juga menjabarkan bahwa terjadi peningkatan penjualan dari program ini. Selain itu, adanya penurunan biaya operasional juga menambah keuntungan karena penjualan dilakukan melalui jalur darat.

Program ini telah berlangsung selama dua tahun dengan persebaran lokasi mulai dari Pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan Nusa Tenggara. Terdapat dua tipe lahan yang dikerjakan yaitu lahan bukaan baru serta memanfaatkan lahan yang sudah ada.

47