Home Kesehatan Waspadai Dermatitis pada Kulit Bayi, Bisa Terjadi karena Popok

Waspadai Dermatitis pada Kulit Bayi, Bisa Terjadi karena Popok

Jakarta, Gatra.com – Bayi cenderung memiliki kulit yang lebih sensitif dibanding kulit orang dewasa. Hal itu dikarenakan sistem kulit bayi yang masih berkembang, sama seperti sistem tubuh lainnya. Oleh karena itu, kulit pada bayi cenderung lebih tipis 30% dibandingkan kulit orang dewasa.

“Oleh karena itu, kalau kena udara luar, kalau kena zat iritan dari luar, itu akan lebih gampang sekali teriritasi,” ujar Dokter Spesialis Anak dr. Citra Amelinda, dalam acara peluncuran popok bayi berbahan katun organik dari MamyPoko Royal Soft, Selasa (23/8).

Citra pun menjelaskan bahwa kulit di daerah popok merupakan bagian tubuh yang paling berpotensi terkena iritasi. Pasalnya, kulit pada daerah tersebut cenderung terus tertutup, sehingga meski belum buang air pada popok tersebut, iritasi kulit tetap mungkin terjadi akibat penumpukan keringat yang membuat popok tersebut menjadi lebih lembab, sehingga mudah teriritasi.

Hal itulah yang membuat kulit bayi rentan mengalami masalah kulit, tak terkecuali dermatitis diaper, atau yang umumnya disebut dengan ruam popok. Maka karenanya, Citra pun menyebut popok sebagai hal yang khusus bagi bayi.

Ruam popok, seperti yang Citra paparkan, acapkali disebabkan oleh terurainya sistem lapisan lemak pada bayi akibat berkenaan dengan pembersih yang mengandung zat iritan. Padahal, sejatinya lapisan lemak tersebut merupakan lapisan pelindung bagi kulit bayi yang masih sensitif.

Dengan demikian, kuman dari hasil ekskresi bayi berpotensi masuk ke dalam kulit dan menyebabkan “perlawanan” dari sistem tubuh bayi tersebut. Perlawanan itulah yang pada akhirnya menyebabkan iritasi.

“Cara mencegahnya, salah satunya dengan memilih popok yang menggunakan bahan yang aman bagi kulit si kecil. Contohnya adalah bahan organic cotton yang terbukti lebih lembut dan bebas bahan kimia sehingga aman bagi kulit anak kita,” jelas dr. Citra.

Ia pun menyebutkan sejumlah bahan yang tak boleh diaplikasikan pada kulit bayi, seperti pembersih beralkohol, minyak esensial, ataupun sabun.

Selain popok dengan bahan dasar yang aman, Citra juga menyarankan orang tua untuk membeli popok dengan daya serap kuat. Pasalnya, kata Citra, popok berdaya serap kuat dapat membantu mencegah kulit bayi berubah benyek.

Di samping itu, ia juga mengingatkan orang tua untuk terlebih dahulu mengangin-anginkan bayi saat sesi ganti popok. Ia juga menyarankan orang tua untuk mengaplikasikan pelembab pada bayi sebelum diangin-anginkan tadi.

“Jadi kalau misalkan pakai popok, boleh kok dikasih pelembab dulu, kemudian diangin-angin sampai kering, supaya pelembabnya dalam, baru dipopokin. Seperti itu,” tutur dr. Citra dalam acara tersebut. Lebih jauh, ia pun mengimbau orang tua untuk senantiasa mengganti popok sang anak setiap 4 jam sekali.

Untuk diketahui, pada acara peluncuran tersebut, MamyPoko Royal Soft menghadirkan terobosan popok bayi berbahan katun organik. Pihak MamyPoko menyebut, popok tersebut jauh lebih lembut dan lebih ramah untuk kulit bayi yang masih terbilang sensitif.