Home Pendidikan Festival Negeri Pamuncak: Komitmen Jaga Sungai dan Budaya Bersama Masyarakat Kabupaten Tebo

Festival Negeri Pamuncak: Komitmen Jaga Sungai dan Budaya Bersama Masyarakat Kabupaten Tebo

Tebo, Gatra.com - Rangkaian Kenduri Swarnabhumi 2022 terus berlanjut di setiap daerah yang dilalui aliran Sungai Batanghari. Sebanyak 14 festival budaya di delapan kabupaten Provinsi Sumatera Barat hingga Jambi siap digelar.

Kini giliran Pemerintah Kabupaten Tebo, Jambi, didapuk menjadi penyelenggara Festival Negeri Pamuncak 2022. Daerah ini didukung Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendiibudristek).

Festival Negeri Pamuncak 2022 di Kabupaten Tebo menjadi perhelatan budaya pertama di Provinsi Jambi untuk ajang Kenduri Swarnabhumi. Sebelumnya dimulai di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.

Dalam sambutannya, Gubernur Jambi yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Ariansyah mengungkapkan bahwa Festival Negeri Pamuncak 2022 merupakan upaya mengingatkan kembali masyarakat Tebo terhadap banyaknya peran Sungai Batanghari dalam peradaban budaya.

“Contohnya terdapat Candi Muara Jambi. Itu perlu kita jaga, konon Candi Borobudur belajar dari Candi Muara Jambi. Pelestarian potensi cagar budaya Candi Muara Jambi masuk dalam rencana strategis nasional,” ujar Ariansyah dalam keterangan tertulisnya yang diterima pada Kamis (25/8).

Menurutnya, saat ini jejak kekayaan sejarah Sungai Batanghari seolah pudar akibat banyak pencemaran lingkungan air. Padahal dulu Sungai Batanghari juga menjadi jalur transportasi utama antarbangsa.

Oleh karena itu, Ariansyah mengatakan, dengan Festival Negeri Pamuncak dalam Kenduri Swarnabhumi 2022 diharapkan menggugah kepedulian untuk menjaga kebersihan air serta keberagaman budaya sepanjang Sungai Batanghari.

Bupati Tebo yang diwakilkan Sekretaris Daerah Kabupaten Tebo, Teguh Arhadi menyampaikan bahwa kegiatan budaya daerah dirasa amat penting agar selalu dilaksanakan. Sehingga bisa menjaga semangat generasi muda masa depan dan mempertahankan adat istiadat.

Teguh menuturkan, dari marak maupun rutinnya festival budaya berlangsung akan menciptakan sikap ingin menelusuri, menerima, dan memberi informasi seni budaya daerahnya kepada lainnya. Diharapkan, segala festival budaya yang bertajuk ciri khas lokal dapat selalu berkolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah sehingga terus berjalan.

Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan (PTLK) Kemendikbudristek, Judi Wahjudin menyebut bahwa antusias seluruh unsur di Kabupaten Tebo terhadap Festival Nageri Pamuncak 2022 menjadi bukti meluapnya semangat untuk melestarikan kebudayaan yang hidup di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari. “Festival Negeri Pamuncak 2022 menyuarakan, mengingat kembali, kebesaran Sungai Batanghari yang berperan besar membentuk peradaban serta. Keberagaman budaya di sepanjang daerah yang dilalui alirannya,” ucapnya.

Menurut Judi, Sungai Batanghari adalah jalan tol pada masanya sehingga melahirkan peradaban. Permakaman kuno, candi, tarian, merupakan bukti sejarah peradaban yang ada hingga sekarang.

Ia menilai, keberagaman budaya tersebut menjadi kekuatan bersama dan harta karun yang ada dari DAS Batanghari sehingga perlu digali potensi baru dan kreativitas untuk merawatnya.