Home Regional ISI Ajukan Gamelan Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Gibran Akan Terima Sertifikatnya

ISI Ajukan Gamelan Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Gibran Akan Terima Sertifikatnya

Solo, Gatra.com – Institut Seni Indonesia (ISI) Solo mengajukan gamelan sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO. Pengajuan yang dilakukan selama tiga tahun ini berhasil didapat dan akan ditetapkan pada 16 September 2022 mendatang.

Hal ini disampaikan oleh Rektor ISI Surakarta I Nyoman Sukerna saat ditemui di Balai Kota Solo, Jumat (26/8). Terkait penyampaian sertifikat penetapan gamelan sebagai warisan budaya tak benda, Pemkot Solo akan dilibatkan. Sebagai informasi, gamelan sebagai warisan budaya tak benda awalnya diusulkan oleh Rahayu Supanggah, seniman sekaligus guru besar dari ISI Solo.

”Saya sudah koordinasi dengan Mas Wali (Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka). Kami meminta Mas Wali untuk menerima sertifikatnya. Pengajuan ini dilakukan oleh Rahayu Supanggah, profesor kami,” kata Nyoman.

Pengusulan gamelan sebagai warisan budaya tak benda dari Solo ini karena gamelan lebih dikenal di Kota Solo. Industrinya pun ada di Bekonang, Sukoharjo, yang berlokasi tak jauh dari Solo. Solo pun menjadi paling aktif dalam mengenalkan gamelan, apalagi di Solo ada dua keraton yang memiliki budaya gamelan.

”Makanya akan kami tampilkan seni pertunjukkan gamelan dan pagelarannya di sini. Akan disaksikan di Banyumas, Bandung, Bali, Makassar, dan Kalimantan karena di sana juga ada gamelan. Besok bisa dilihat,” katanya.

Pertunjukan sekaligus penyerakan sertifikat akan dilakukan pada 16 September 2022 mendatang. Status gamelan sebagai warisan budaya tak benda diajukan ke UNESCO oleh salah satu guru besar di ISI Surakarta, almarhum Rahayu Supanggah pada 2017.

Latar belakangnya karena selama ini gamelan sudah banyak dikenal di mancanegara dan mereka memiliki banyak koleksi gamelan. Amerika Serikat misalnya, memiliki 600-700 perangkat gamelan, sedangkan di Eropa khususnya Belanda dan Jerman ada sekitar 450-an.

”Dari data itu ada kekhawatiran kalau gamelan ini akan diklaim negara lain. Makanya kami mengusulkannya sebagai warisan budaya tak benda dari Solo. Usulannya kami mulai pada 15 Desember 2021, baru saja. Tapi prosesnya panjang, sejak 2017,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa mengatakan nantinya akan ada pertunjukan gamelan pada 16 September 2022 mendatang. Pertunjukan gamelan selama dua jam ini diprakarsai oleh ISI Surakarta.

”Kalau yang menerima sertifikat dari UNESCO ada 9 provinsi. Kalau Solo yang mewakili sebagai penerima adalah Pak Wali (Gibran Rakabuming Raka),” katanya.

Penetapan gamelan sebagai warisan budaya tak benda diharapkan permainan gamelan bisa dibumikan kembali. Hal ini akan memicu pertunjukan kesenian gamelan untuk digiatkan kembali di masyarakat, bukan hanya di dunia pendidikan.

”Kami juga berharap gamelan ini bisa menjadi industri wisata unggulan,” katanya.

71