Home Kesehatan Capaian Imunisasi BIAN IDL di Kota Solok Masih Rendah Dari Target

Capaian Imunisasi BIAN IDL di Kota Solok Masih Rendah Dari Target

Solok, Gatra.com - Capaian Imunisasi pada Bulan Imunisasi anak Nasional (BIAN) dan Imunisasi dasar Lengkap (IDL) Kota Solok baru mencapai 44,5%, hal tersebut masih jauh dari target yang ditetapkan yaitu 95%. 
 
Dinas Kesehatan Kota Solok imbau
petugas dan pembina posyandu agar lebih gencar melakukan edukasi dan bimbingan kepada masyarakat agar dapat membawa anaknya ke Posyandu terdekat.
 
Kesuksesan program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) adalah kunci sukses menekan penyebaran campak, polio, pertusis, rubela, difteri, hepatitis B, pneumonia dan meningitis. Oleh karena itu, sosialisasi efektif dan pendekatan humanis dari para petugas kesehatan dan Pembina posyandu menjadi penting untuk membangun kesadaran masyarakat. 
 
"Para petugas imunisasi dan tenaga kesehatan harus mampu menjelaskan dengan bahasa yang sederhana tentang pentingnya imunisasi ini kepada masyarakat, agar masyarakat paham dan membawa anak-anaknya menuju Posyandu terdekat," ujar Kepala Dinkes Kota Solok Elvi Rosanti dalam pertemuan percepatan cakupan bulan imunisasi, kepada petugas dan Pembina posyandu se-kota Solok di Aula D'Relazion, Jumat (26/08).
 
Sementara itu Kabid P3PL, Hiddayaturrahmi mengatakan capaian Imunisasi Bulan Imunisasi anak Nasional (BIAN) dan Imunisasi dasar Lengkap (IDL) Kota Solok yang baru 44,5% artinya masih jauh dari target yang ditetapkan. Akumulasi anak dalam jumlah tertentu yang tidak mendapat imunisasi rutin lengkap, mengakibatkan tidak terbentuknya kekebalan kelompok atau Herd Immunity.
"Hal ini berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) bahkan wabah. Maka dari itu kita sebagai petugas dan Pembina posyandu agar lebih gencar melakukan edukasi dan bimbingan kepada masyarakat agar dapat membawa anaknya ke Posyandu terdekat, karena imunisasi adalah salah satu upaya membentuk kekebalan untuk mencegah dari paparan virus," terang Hiddayaturrahmi. 
 
Kemudian dari perwakilan Dinkes Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Yusmayati, menyampaikan tentang trik pencapaian yang harus dilakukan di lapangan dan tentunya ada kesadaran bersama baik dari masyarakat maupun unsur terkait.
 
Pasalnya dengan imunisasi anak mendapatkan imunitas atau kekebalan anak secara individu dan eradikasi atau pembasmian suatu penyakit dari penduduk suatu daerah atau negeri. 
 
"Imunisasi ini sebenarnya bisa dikatakan barang yang tidak langsung nampak efeknya. Dia baru terasa manfaatnya dua atau tiga tahun ke atas setelah di imunisasi," ujarnya.
 
Pelaporan Online ASIK Tujuan dari peluncuran ASIK adalah sebagai upaya peningkatan atau transformasi layanan kesehatan dalam membantu para tenaga kesehatan untuk pencatatan imunisasi anak di Indonesia secara digital. ASIK diperuntukkan tenaga kesehatan untuk memudahkan mereka dalam mendata imunisasi anak balita. Tentunya, ASIK ini diberikan ke Puskesmas, Posyandu, Posbindu, maupun layanan kesehatan lainnya. 
 
"Jadi, tenaga kesehatan yang melakukan imunisasi pada anak bisa langsung mendata dan merekam di ASIK untuk mempermudah akses di lain waktu tanpa memerlukan lagi buku imunisasi. Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) ini bisa Anda download di Google Play Store dengan nama Sehat Indonesiaku," terang Deny yang merupakan Perwakilan dari WHO Indonesia.