Home Hiburan Satukan Semangat Kemerdekaan dan Seni, PP Muhammadiyah Gelar “Malam Gembira Puisi Merdeka”

Satukan Semangat Kemerdekaan dan Seni, PP Muhammadiyah Gelar “Malam Gembira Puisi Merdeka”

Jakarta, Gatra.com – PP Muhammadiyah menggelar “Malam Gembira Puisi Merdeka” dalam rangka merayakan kemerdekaan Republik Indonesia dengan pembacaaan puisi dalam beberapa gaya penyampaian di Auditorium Kyai Haji Ahmad Dahlan, Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat malam (26/8).

Acara ini dimeriahkan oleh sejumlah tokoh masyarakat hingga pejabat negara yang akan membacakan puisi, antara lain Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mukti, Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang Ahmad Amarullah, Rektor Uhamka Gunawan Suryoputro, Ketua DPR RI Puan Maharani, Rektor ITB Ahmad Dahlan Mukhaer Pakkanna, Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta Ma'mun Murod Al-Barbasy, dan Menko PMK Muhadjir Effendy.

Ada pula kalangan budayawan dan sastrawan, antara lain Taufik Ismail, Sutardji Calzoum Bachri, Ketua Pimpinan Muhammadiyah DKI Jakarta Sun’an Miskan, Wakil Ketua Pimpinan dari Lembaga Seni Budaya dan Olahraga Pimpinan Pusat Muhammadiyah Edi Sukardi, Kyai Cepu, dan Away Enawar.

Acara perayaan kemerdekaan ini diisi dengan musikalisasi puisi dari Teater Cahaya Universitas Muhammadiyah Tangerang dan pembacaan puisi dari tokoh masyarakat dan pejabat negara. Sebelumnya, para pengunjung menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan mars Muhammadiyah “Sang Surya” untuk pembukaan acara. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an.

Acara “Malam Gembira Puisi Merdeka” mengusung konsep sehat, yaitu dengan pengunjung yang duduk dengan lesehan. Pengunjung yang datang umumnya berasal dari berbagai kalangan, yakni keluarga besar Muhammadiyah, akademisi Universitas Muhammadiyah, dan lainnya. Selain itu, ada amal usaha dan organisasi otonom Muhammadiyah.

”Alhamdulillahirobbilalamin. Yang terhormat Bapak Muhadjir Effendy, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Muti, para pimpinan perguruan tinggi Muhammadiyah, para tokoh Muhammadiyah, sastrawan budayawan Muhammadiyah, mahasiswa mahasiswi perguruan tinggi Muhammadiyah DKI Jakarta dan Tangerang, serta tamu undangan dan hadirin. Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Kita dapat hadir bersama pada malam gembira puisi merdeka, acara ini adalah bagian dari yassiru wala tu'assiru,” kata pembawa acara Nurlina Rahman saat membuka acara seni yang digelar oleh Muhammadiyah tersebut.

Acara pembacaan puisi dan musikalisasi puisi pertama-tama dimulai oleh Teater Cahaya Universitas Muhammadiyah Tangerang dengan judul “Seandainya” dari Kumpulan Puisi “Turbulensi” dari karya Awai Enawan, kemudian Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mufti berjudul “Kita Adalah Pemilik Sah Negeri Ini” karya Taufik Ismail, Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang Ahmad Amrullah berjudul “Ada yang Kuingin Darimu kepada Yang Nyaris Berlalu” karya Away Enawar, Rektor Uhamka Gunawan Suryoputro berjudul “Merdeka Berkemajuan” oleh DF, dan Rektor ITB Ahmad Dahlan Mukhaer Pakkanna berjudul “Bangsaku”.

Selanjutnya, Menteri Koordinator bidang Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy naik ke atas panggung untuk menyanyikan lagu “Bendera” dari Coklat, dan Teater Cahaya kembali menyanyikan lagu hasil musikalisasi puisi “Republik Berjalan” dan “Segelas Kopi” gubahan Away Enawar.

Para sastrawan dan budayawan senior akhirnya maju ke atas panggung untuk membacakan puisi atau sajak mereka. Abdul Hadi Wiji Muthari yang juga pendiri IMM dari Universitas Gadjah Mada juga turut membacakan sajak berjudul “Doa”, Taufik Ismail yang juga LSBO Pimpinan Pusat Muhammadiyah membacakan puisi “ Wasiat 11 Wahid untuk Cucu-cucuku”.

Sedangkan Sutardji Calzoum Bachri menyanyikan lagu “Summertime” dengan memainkan harmonika lalu membaca puisi yang tidak diketahui judulnya, Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Sunanto membawakan “Haruskah” karya Away Enawar, Ketua PWM DKI Jakarta Sun’an Miskan berjudul Puitisasi Terjemahan Hak-hak Asasi Manusia Menurut Islam: Keputusan Muktamar Internasional yang dibuat di Paris, Perancis.

Adapun Wakil Ketua LSBO PP Muhammadiyah Edi Sukardi mebawakan “Ular dan Raja Kodok”, Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Rusia Kyai Cepu berjudul “Kakekku Pahlawan, Aku Cucunya”, “Merahnya Merah” karya KSN Jilbab dan “Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Jilid 2”, pembawa acara Nurlina Rahman mempersembahkan “Hati Nurani” karya Sanditias dan Away Enawar beserta Teater Cahaya berjudul “Kami Tahu Asal Jadi Kau” dan “Hujan Pertama” karya Sutardji Calzoum Bachri.