Home Gaya Hidup Dua Tahun Vakum, DKJ Gelar Kritik Sastra 'Modernisme Chairil Anwar'

Dua Tahun Vakum, DKJ Gelar Kritik Sastra 'Modernisme Chairil Anwar'

Jakarta, Gatra.com- Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) kembali menggelar Sayembara Kritik Sastra DKJ 2022. Kegiatan ini digelar setelah dua tahun vakum pada 2019 silam.

Sayembara ini mengangkat tema "Modernisme Chairil Anwar", sejalan dengan momentum peringatan 100 tahun Chairil Anwar. Dalam keterangan resminya, Komite Sastra DKJ melihat sosok dan karya-karya Chairil adalah objek kritik yang selalu menarik.

Chairil bahkan bisa dikatakan menjadi pembentang jalan utama lahirnya Jassin sebagai kritikus. Kritik oleh para penulis Indonesia telah masuk jauh, melakukan perbandingan, dan membongkar nilai-nilai yang berharga yang dibawa dan dikandung karya sastra kita.

"Pada sayembara kali ini, mereka melakukan itu pada puisi-puisi Chairil Anwar," tulis Komite DKJ dalam keterangan tertulisnya yang diterima Gatra, Senin (29/8).

Sebanyak 70 naskah kritik sastra diterima oleh Komite Sastra DKJ dari berbagai daerah. 70 naskah tersebut kemudian menjadi 66 naskah yang lolos persyaratan administrasi.

Para juri, yakni Dewi Kharisma Michellia, Martin Suryajaya, dan Zen Hae, telah memutuskan para pemenang Sayembara Kritik Sastra DKJ 2022.

Pertama, kritik sastra nomor 34 berjudul Toeboeh “Isa” (1943), Tubuh Indonesia 1943 karya Tomy Dwinta Ginting. Pemenang kedua, kritik sastra nomor 62 berjudul Citra Subjek Feminin dalam Puisi Chairil Anwar: Sebuah Konsekuensi Lain Pembacaan Biografis karya Asep Subhan. Dan pemenang ketiga adalah karya nomor 27 berjudul Chairil Anwar Tak Menghiraukan Alam? karya Yusri Fajar.

Di samping itu, dewan juri juga sepakat untuk menyebut 5 judul kritik sastra yang layak mendapat predikat sebagai pemenang harapan, yaitu karya nomor 3 berjudul Ukuran Becus Chairil Anwar Menghadapi Puisi Alken karya Eka Ugi Sutikno; karya nomor 12 berjudul Kelana Bersama Ahasvero: Sajak-sajak Chairil Anwar dari Dekat besutan Padel Muhamad Rallie Rivaldy; karya nomor 16 berjudul Di Pintu-Mu Aku Mengetuk punya Royyan Julian; kritik nomor 21 berjudul Individualisme yang Tanggung: Motif Laut dalam Sajak-sajak Chairil Anwar karya Dewi Anggraenia; dan kritik nomor 61 berjudul Kredo Modernis dan Solusi Noda karya M. Malkan Junaidi.

Acara penganugerahan Sayembara Kritik Sastra DKJ digelar secara daring melalui kanal YouTube Dewan Kesenian Jakarta pada Jumat (26/8) lalu. Dibuka dengan penampilan musik dari Jason Ranti, dilanjutkan dengan pembacaan pertanggungjawaban dewan juri dan pengumuman pemenang.