Home Regional Realisasi Investasi di Jateng Semester I Tahun 2022 Tembus Rp39,19 Triliun

Realisasi Investasi di Jateng Semester I Tahun 2022 Tembus Rp39,19 Triliun

Semarang, Gatra.com - Realisasi investasi di Jawa Tengah (Jateng) pada semester I (Januari-Juni) tahun 2022 telah menembus Rp39,19 triliun atau 50% lebih. Hal itu hampir mendekati dari target Rp65,54 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, Ratna Kawuri menyatakan nilai investasi semester I tahun 2022 itu berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) dan non LKPM yang berdasar atas data rekap Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA).

“Rinciannya realisasi berdasarkan data OSS-RBA senilai Rp27,02 triliun dan realisasi LKPM sejumlah Rp12,17 triliun,” katanya kepada wartawan, Selasa (30/8).

Sedangkan jumlah proyek mencapai sebanyak 8.298 unit yang mampu menyerap sebanyak 116.067 orang tenaga kerja. Jumlah tenaga kerja yang terserap pada semester I 2022, melebihi capaian tahun 2018 sebanyak 112,883 orang tenaga kerja dan pada 2019 terserap sebanyak 114,743 orang tenaga kerja.

Menurut Ratna investasi Penanaman Modal Asing (PMA) lebih mendominasi yani mencapai Rp16,30 triliun dan realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp10,72 triliun.

“Jepang menjadi negara yang paling banyak mendominasi investasi di Jateng dengan nilai US$525.209,50 (46,23%) dari total investasi di Jateng semester I tahun 2022,” tuturnya.

Kemudian disusul Korea Selatan dengan US$166.410,10 (14,65 persen), disusul Singapura US$ 85.183,70, Hongkong US$60.850,40, dan Republik Rakyat Tiongkok US$ 54.790,20.

Ratna menambahkan, ada beberapa alasan investor menanamkan modal di Jateng antara lain ketersediaan infrastruktur, iklim usaha kondusif didukung, serta sifat dan sikap pekerja asal Jateng yang baik.

Serta ketersediaan infrastruktur pendukung investasi antara lain pelabuhan dan bandara internasional, serta konektivitas tol Trans Jawa, jaringan rel kereta api yang telah menghubungkan seluruh wilayah di Jawa Tengah.

“Untuk memenuhi target investasi tahun ini, akan mengoptimalkan peran Tim Satgas Percepatan Pelaksanaan Berusaha, pendampingan pelaporan realisasi investasi (LKPM), serta pengawalan dan fasilitasi penanaman modal pada proyek-proyek strategis nasional,” tutup Ratna.

72