Home Gaya Hidup Merawat Buku Langka Sekaligus Merawat Sejarah

Merawat Buku Langka Sekaligus Merawat Sejarah

Jakarta, Gatra.com - Perpustakaan Nasional RI mengadakan pameran untuk masyarakat umum khususnya untuk kalangan kolektor buku langka dan para penikmatnya.

Pameran buku langka ini bertujuan untuk melestarikan pemikiran Buya Hamka, maka dihadirkan pula karya semasa hidupnya. Selain itu, pada pameran tersebut turut menghadirkan booth dari berbagai koleksi buku, komik, majalah langka dan sebagainya yang dimiliki oleh kolektor dan penjual buku langka, salah satunya Deni Lawang.

Deni Lawang merupakan owner sekaligus kolektor buku langka. Ia memiliki toko yang bernama Lawang Buku berlokasi di Bandung. Lawang Buku sudah berdiri sejak tahun 2001 dan sudah aktif mengikuti pameran selama di Bandung, kemudian ia mengikuti pameran di Jakarta baru 4 kali.

Pada kesempatannya, ia menunjukkan koleksi buku yang sudah ada sejak tahun 1849 yang berjudul Hikayat Abdullah karya dari Abdullah bin Abdulkadir Munsyi. Buku ini ia rawat dan ingin dijual bagi kolektor sebesar puluhan juta. Bukan hanya itu saja, koleksi dari Lawang Buku kebanyakan mengenai sejarah Bandung dengan terbitan yang baru dikarenakan sulitnya untuk reduplikasi.

Deni Lawang menjelaskan tips dalam merawat buku agar tetap awet khususnya untuk buku-buku yang langka yaitu dengan cara buku tersebut dimasukkan ke dalam plastik dan tambahkan silica gel agar tidak lembab.

"Perawatannya harus dikapsulisasi. Kapsusilasi yang paling mudah diplastikin, ya, supaya terhindar dari debu dan serangga. Terus pake silica gel untuk meghindari kelembapan. Rutin aja diganti (silica gel dan plastik) supaya tidak ada rayap dan ditaro dalam suhu kamar," kata Deni Lawang pada acara pameran buku di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Senin (29/8).

Ia menambahkan alasannya mengapa ia tertarik untuk menjadi kolektor buku langka karena berawal dari hobi.

"Yang pertama lebih ke hobi dan keantikan dari visual. Dan yang kedua sumber informasi. Karena saya senang sejarah dan suka menulis tentang sejarah jadi butuh informasi tentang dokumen pada waktu itu terjadi. Kalau dalam sejarah itu mengandung informasi yang akurat," tambahnya.

Pemilik Lawang Buku ini berharap agar pameran ini khususnya untuk kolektor dan penjual buku langka terus dilaksanakan, agar bisa saling bertemu dengan beberapa generasi dan mengedukasi perihal buku langka dan nilai-nilai sejarahnya.

KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR