Home Internasional Gazprom Rusia Hentikan Aliran Gas di Tengah Kegelisahan Eropa

Gazprom Rusia Hentikan Aliran Gas di Tengah Kegelisahan Eropa

Moskow, Gatra.com - Raksasa energi Rusia, Gazprom pada hari Rabu menghentikan pasokan gasnya ke Jerman melalui pipa Nord Stream 1 karena pekerjaan pemeliharaan. Langkah itu semakin meningkatkan ketegangan di pasar listrik yang selama ini terganggu.

“Diperlukan pekerjaan selama tiga hari di stasiun kompresor," kata Gazprom menambahkan operasi harus dilakukan setelah setiap 1.000 jam, sebagaimana dikutip themoscowtimes, Rabu (31/8).

Namun, Kepala Badan Jaringan Federal Jerman Klaus Mueller menyebutnya tindakan itu sebagai keputusan yang secara teknis tidak dapat dipahami. Memperingatkan bahwa itu mungkin hanya dalih Moskow yang menggunakan pasokan energi sebagai ancaman.

“Pengalaman menunjukkan bahwa Moskow membuat keputusan politik yang mereka sebut pemeliharaan. Kita akan tahu pada awal September nanti jika Rusia melakukannya lagi," katanya.

Eropa telah berada di tengah krisis akibat melonjaknya harga energi karena Rusia membatasi pengiriman gasnya setelah invasi ke Ukraina.

Jerman yang selama ini sangat bergantung pada gas Rusia, menuduh Moskow menggunakan energi sebagai "senjata perlawanan”.

Ditanya apakah pasokan gas akan dilanjutkan setelah pekerjaan tiga hari selesai pada hari Sabtu, juru bicara pemerintah Rusia Dmitry Peskov mengatakan masih ada jaminan. 

“Selain masalah teknis yang disebabkan oleh sanksi, tidak ada yang mengganggu pasokan," katanya.

“Barat selama ini telah memberlakukan sanksi terhadap Rusia. Tidak mengizinkan melakukan pemeliharaan pekerjaan secara normal," tambahnya. 

Gazprom dituding telah melakukan 10 hari pekerjaan pemeliharaan terjadwal yang panjang pada bulan Juli. Sementara itu membutuhkan waktu memulihkan aliran gas setelah pekerjaan selesai, dan secara drastis mengurangi pasokan hanya beberapa hari kemudian, dan mengklaim terjadi masalah teknis pada turbin.

Perusahaan Rusia bersikeras bahwa turbin utama tidak dapat dikirim ke Rusia karena sanksi terhadap Moskow. Tapi Jerman, tempat turbin itu berada, mengatakan Moskow sendiri sebenarnya memblokir pengiriman turbin ke Rusia.

Seorang pejabat di Gascade, yang mengoperasikan jaringan distribusi di Jerman juga menilai tindakan terbaru Gazprom secara skeptis.

"Pada bulan Juli berlangsung pemeliharaan rutin yang direncanakan untuk waktu yang lama oleh Nord Stream 1. Kali ini tidak direncanakan dan kami tidak tahu apa yang ada di balik operasi ini," kata pejabat itu tanpa menyebut nama.

Sehari menjelang penutupan baru, Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan bahwa pihaknya sekarang dalam posisi yang jauh lebih baik dalam hal keamanan energi, setelah mencapai target penyimpanan gasnya jauh lebih cepat dari yang diharapkan.

Eropa secara keseluruhan juga mendapatkan stok untuk mengisi tangki penyimpanan gasnya. Pada hari Minggu, tingkat penyimpanan sudah mencapai 79,9% dari kapasitas di UE.

Pada saat yang sama, kekhawatiran atas pasokan yang terbatas juga telah mendorong perusahaan untuk memangkas penggunaan energi mereka.

“Industri Jerman mengkonsumsi gas 21,3% lebih sedikit pada bulan Juli dari rata-rata selama beberapa bulan sejak 2018 hingga 2021,” kata Federal Network Agency.

Mueller mengatakan tindakan pencegahan seperti itu dapat menyelamatkan Jerman dari darurat gas pada musim dingin ini.
Ekonomi terbesar Eropa mulai berlomba untuk meninggalkan gas Rusia. 

Di kota pantai Lubmin Jerman, tempat Nord Stream 1 berada di darat, rencana sudah berjalan dengan baik untuk beralih ke gas alam cair (LNG).

LNG diangkut oleh kapal, dan akan tiba di pelabuhan industri Lubmin dan diubah kembali menjadi gas, kemudian dipompa ke jaringan distribusi Gascade, yang sejauh ini telah digunakan untuk menyalurkan gas Rusia ke seluruh negeri.

"Kami berharap dapat menyuntikkan gas ke jaringan distribusi pada 1 Desember," kata Stephan Knabe dari Deutsche ReGas - perusahaan yang mengelola proyek LNG.

Perusahaan percaya bahwa hingga 4,5 miliar meter kubik gas dapat diimpor melalui terminal LNG Lubmin saja, dan membuat sekitar 8% dari kapasitas Nord Stream 1.

Eropa sebagai blok sementara bersiap untuk mengambil tindakan darurat untuk mereformasi pasar listrik, dan mengendalikan harga yang melonjak. Ketakutan akan kekurangan gas alam telah mendorong kontrak berjangka untuk listrik di Prancis dan Jerman telah melewati rekor.

983