Home Pendidikan Tim ITB Raih Juara Satu Kompetisi ASEAN Data Science Explorers

Tim ITB Raih Juara Satu Kompetisi ASEAN Data Science Explorers

Jakarta, Gatra.com - ASEAN Foundation dan SAP kembali menyelenggarakan ASEAN Data Science Explorers (ASEANDSE). Kegiatan ASEANDSE merupakan kompetisi analisis data regional yang menyasar mahasiswa di 10 Negara Anggota ASEAN.

Dengan menggunakan SAP Analytics Cloud, program ini mengharuskan mahasiswa memberikan solusi dan rekomendasi berbasis data, inovatif, dan feasible untuk mengatasi masalah sosial dan ekonomi mendesak di ASEAN.

Industry Business Architect, SAP Indonesia, Rian A. Sagara, menjelaskan bahwa lewat ASEANDSE, diharapkan timbul upaya pemberdayaan pemuda ASEAN atas ide dan gagasan baru tentang masa depan ASEAN.

"Diharapkan juga muncul keterampilan digital, keterampilan kolaborasi, serta kemampuan untuk mengkomunikasikan ide, dan berpikir kritis. Kemampuan ini sangat penting untuk menjadi pemimpin yang efektif bagi dunia masa depan," ujar Rian dalam keterangan tertulis, Rabu (31/8).

Sementara itu, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, Yang Mee Eng, menilai lewat ASEANDSE, pihaknya akan mampu terus memperkuat misi untuk menyediakan platform yang imersif bagi pemuda ASEAN.

Ia pun mengaku terkesan dengan ide dan gagasan yang ditawarkan oleh para mahasiswa yang mengikuti kompetisi. Diharapkan, gagasan ini akan mampu bersumbangsug pertumbuhan ekonomi digital di kawasan pasca-pandemi.

“Ide inovatif yang dipreaentasukan seolah menunjukkan apa yang mampu dilakukan kaum muda ketika diberikan platform yang tepat untuk menciptakan solusi yang bermanfaat," tuturnya.

Kompetisi pun telah menghasilkan kan beberapa nama yang menjadi juara. Tim Matrix Explorers dari Institut Teknologi Bandung kelir sebagai juara pertama. Tim yang digawangi Rini Nur Fatimah dan Muhammad Fijar Aswad ini mengusung proyek yang berfokus dalam mendidik masyarakat ASEAN tentang pentingnya mengurangi konsumsi listrik untuk menanggulangi perubahan iklim.

Sementara juara kedua dan ketiga, masing-masing diperoleg Tim Caunchy y-Riemann Plus Ultra, dari Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung. Serta Tim Theodolit Sprint yang juga berasal dari Institut Teknologi Bandung.