Home Kesehatan AS Sahkan Dua Vaksin Booster untuk Bidik Subvarian Omicron

AS Sahkan Dua Vaksin Booster untuk Bidik Subvarian Omicron

Washington D.C, Gatra.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration/FDA) mengesahkan vaksin booster dari Moderna dan Pfizer/BioNTech, yang telah dilengkapi, dengan menargetkan subvarian Omicron BA.4/BA.5 yang saat ini mendominasi persebaran virus Covid-19, pada Rabu (31/8).

Kedua vaksin itu disebut telah memasukkan versi asli virus yang menjadi target dari vaksin-vaksin Covid-19 terdahulu, seperti saat AS bersiap untuk mengkampanyekan vaksinasi lain pada musim gugur silam.

Seperti dikutip dari Reuters, FDA mengesahkan penggunaan vaksin Moderna untuk masyarakat berusia 18 tahun ke atas. Sementara, vaksin Pfizer dapat digunakan untuk masyarakat berusia 12 tahun ke atas. Vaksin tersebut dapat diberikan setidaknya dua bulan setelah serial vaksinasi primer ataupun vaksinasi booster terbaru.

Sementara itu, Pemerintah AS dilaporkan telah mengamankan 105 juta dosis suntikan terbaru Pfizer dan 66 juta dosis vaksin bivalen Moderna. Hal itu dilakukan untuk mecegah efek terburuk dari kemungkinan lonjakan infeksi Covid-19, menyusul normalisasi mobilitas sekolah dan meningkatnya aktivitas di dalam ruangan akibat cuaca dingin.

Mengenai hal itu, Pfizer pun mengonfirmasi bahwa pihaknya siap mengirimkan hingga 15 juta dosis pada 9 September 2022 mendatang.

Kendati demikian, hingga saat ini, para pembuat vaksin masih belum menyelesaikan pengujian vaksin booster berbasis BA.4/BA.5 yang telah diperbarui, pada manusia. Namun, FDA mengaku bahwa keputusan yang mereka ambil terkait vaksin booster tersebut cenderung didasarkan pada data keamanan dan efektivitas suntikan asli, serta berdasarkan uji klinis yang dilakukan pada penguat bivalen menggunakan subvarian BA.1 Omicron.

"Kami yakin dengan bukti yang mendukung otorisasi ini," kata Dr. Peter Marks, pejabat senior yang mengawasi vaksin di FDA.

Di samping itu, penasihat dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers of Disease Control and Prevention) AS dijadwalkan untuk bertemu pada Kamis (1/9), untuk membuat rekomendasi terkait penggunaan vaksin yang telah didesain ulang itu. Nantinya, rekomendasi tersebut akan dipertimbangkan terlebih dulu oleh Direktur Rochelle Walensky, sebelum mencapai kesepakatan akhir.