Home Pendidikan Peningkatan Kompetensi Digital Mulai Sasar Guru Daerah 3T

Peningkatan Kompetensi Digital Mulai Sasar Guru Daerah 3T

Jakarta, Gatra.com - Peningkatan kompetensi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) harus menjadi bekal para guru dan tenaga pendidik. Oleh karenanya, sasaran peningkatan kompetensi TIK oleh pemerintah kini mulai menyasar guru dan tenaga pendidik di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

BAKTI Kominfo berkolaborasi dengan Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Pusdatin Kemendikbud Ristek) kini tengah aktif menggalakan kelas literasi digital bari para guru TIK di beberapa daerah salah satunya di Batam, Kepulauan Riau. Head of Partnership Division Siberkreas, Oktora Irahadi, yang juga jadi pengisi materi di kelas literasi menekankan pentingnya kecakapan bermedia digital.

“Kita perlu cakap digital karena dunia digital memiliki banyak peluang. Selain itu, teknologi lebih cepat bergerak daripada pelaku yang mengadopsinya. Kita harus tahu bagaimana menavigasi diri kita di dunia digital dan bagaimana menggunakan internet,” jelas Oktora dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/9).

Tidak hanya itu, Oktora juga menjelaskan bahwa ruang digital merupakan ruang publik di mana semua orang berkomunikasi tanpa adanya batas latar belakang kultural dan geografis. Interaksi yang ada tersebut melahirkan standar baru, karena itulah segala aktivitas di dunia digital membutuhkan etika bermedia digital.

“Etika dan keamanan itu sebagai rem untuk bermedia digital. Kita mengadopsi budaya baru dari berbagai belahan dunia dan kita juga memiliki kemampuan bermedia digital. Nah, kita membutuhkan rem untuk mengontrol. Rem itu adalah etika dan keamanan digital,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Kepulauan Riau, Imam Edi Priyanto juga memandang peran penting dalam meningkatkan kapasitas guru dan tenaga pendidik serta mengimplementasikan kurikulum mandiri.

“Kombinasi kedua metode belajar ini penting untuk meningkatkan kemampuan adaptasi dunia pendidikan terhadap perkembangan zaman, khususnya di tengah maraknya era perkembangan TIK yang dapat mendukung kebutuhan para guru dan siswa,” tutur Imam.