Home Gaya Hidup Aksi Membumi! BDLF Gandeng Komunitas Siap Darling Bali Tanam 5.000 Bibit Mangrove

Aksi Membumi! BDLF Gandeng Komunitas Siap Darling Bali Tanam 5.000 Bibit Mangrove

Denpasar, Gatra.com – Gerakan cinta lingkungan untuk generasi muda “Siap Darling” menggaet 150 mahasiswa aktif yang tergabung di Komunitas Siap Darling atau Darling Squad pada aksi penanaman mangrove di Kawasan Hutan Mangrove Pemogan pada akhir Agustus lalu. Gerakan Siap Darling dipelopori oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) sejak 2018 lalu, dan telah menjalankan misi lingkungan di sejumlah tempat.

Kini, kegiatan Siap Darling merangkul mahasiswa dari lima (5) universitas di Provinsi Bali yang secara sukarela bergabung di Siap Darling dan sebelumnya juga aktif melakukan berbagai aksi cinta lingkungan. Penanaman 5.000 bibit mangrove ini menjadi aksi pertama yang dilakukan secara luring, setelah sebelumnya kegiatan lebih banyak berfokus pada kanal daring.

Communications Director Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara menyatakan, Siap Darling diusung BLDF sebagai wadah bagi generasi muda untuk mewujudkan aksi peduli lingkungan dan menjadi kontribusi nyata mengatasi berbagai persoalan yang ada di sekeliling. “Keterlibatan Komunitas Siap Darling ini sangat besar dampaknya, tidak hanya melalui penanaman pohon seperti yang kita lakukan pada hari ini, tapi juga dengan penyebaran pesan-pesan positif tentang lingkungan yang mereka sampaikan melalui beragam kanal media sosial masing-masing,” ujar Mutiara.

Sesi Diskusi Komunitas Siap Darling yang Dihadiri Alfira Naftaly alias Anak Bebek (Doc. BDLF)

Selain menanam mangrove, Komunitas Siap Darling juga mendapat pembekalan dari I Gede Robi alias Robi Navicula dan Alfira Naftaly atau yang akrab disapa Anak Bebek mengenai aksi cinta lingkungan biasa dilakukan pemuda-pemudi di Bali. Kegiatan tersebut dimulai dari lingkungan terdekat yaitu rumah tinggal, mengenali ragam jenis tanaman, serta bagaimana menyebarkan berita baik dan edukatif tentang lingkungan. Diharapkan dengan kegiatan itu, Komunitas Siap Darling dapat menginspirasi keluarga, teman dan saudara untuk lebih peduli dengan lingkungan dengan caranya masing-masing.

“Kami juga ingin mendorong mereka untuk lebih peka terhadap lingkungan sehingga nantinya mereka-mereka inilah yang akan melanjutkan upaya yang kita lakukan pada hari ini di lingkungan tinggalnya masing-masing,” ujar Mutiara.

Selain mangrove, Siap Darling juga kerap menggandeng Komunitas Siap Darling untuk melakukan aksi penghijauan di candi-candi seluruh Indonesia. Hingga saat ini, sudah ada 8 kawasan candi yang telah ditanami oleh 942 Darling Squad, dan jumlah ini diharapkan dapat terus bertambah setiap tahunnya.

Kepala Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Bali, I Ketut Subandi menyebut, saat ini perhatian masyarakat terkait pelestarian mangrove terus meningkat “Sebagai ekosistem penyokong karbon biru, mangrove memiliki kemampuan menyerap emisi 3—5 kali lebih besar daripada hutan hujan tropis. Namun, butuh waktu 5-10 tahun hingga mangrove tumbuh berkelanjutan dan mencapai fungsi tersebut,” ujar Subandi.

Setelah ditanam, mangrove dapat rusak secara alami karena terbawa ombak, pasang surut air laut, tidak tahan terhadap salinitas payau, endapan lumpur, atau akibat aktivitas manusia. Karena itu, penyulaman atau proses mengganti mangrove yang telah mati dengan bibit baru perlu dilakukan, hingga tahun ke-2. “Bila generasi muda dapat terlibat merawat mangrove di berbagai siklus hidupnya, saya yakin mereka akan lebih menghargai keberadaan dan kekayaan fungsi tanaman ini nantinya. Maka dari itu, sebagai perwakilan dari Pemerintah Daerah, kami ingin keterlibatan generasi muda saat ini dapat menjadi tongkat estafet untuk generasi muda ke depannya,” kata Subandi.

Sesi Diskusi Komunitas Siap Darling yang Dihadiri I Gede Robi alias Robi Navicula (Doc. BDLF)

Sementara aktris peduli lingkungan, Nana Mirdad selaku perwakilan anak muda mengatakan, seiring meningkatnya tantangan pelestarian bumi dan pengendalian perubahan iklim, kesadaran akan lingkungan perlu dikencangkan. “Terkadang kita tidak menyadari bahwa hal-hal kecil seperti tidak menyisakan makanan, dapat mengendalikan dampak lingkungan seperti emisi karbon dan lainnya. Perubahan kecil itu ternyata dapat menjadi salah satu langkah kita untuk menjalin keharmonisan dengan alam,” kata Nana.

“Maka dari itu, pemuda pun memiliki kendali untuk mengubah masa depannya sendiri, termasuk dengan merawat dan menghargai berbagai ekosistem bumi,” ia menambahkan.