Home Kesehatan Lewat Gim TB Warrior, Johnson & Johnson Kukuhkan Komitmen Percepatan Eliminasi TBC 2030

Lewat Gim TB Warrior, Johnson & Johnson Kukuhkan Komitmen Percepatan Eliminasi TBC 2030

Jakarta, Gatra.com – Sejalan komitmen perusahaan mendukung upaya pencegahan terhadap penularan penyakit Tuberkulosis (TBC atau TB), Johnson & Johnson (J&J) Global Public Health di Asia Tenggara pada tahun ini meluncurkan kampanye “United Against TB” yang merupakan kampanye regional untuk meningkatkan kesadaran tentang TBC di negara-negara prioritas, salah satunya Indonesia.

Secara resmi pada 24 Maret 2022, Johnson & Johnson Indonesia turut mendukung gerakan sosialisasi dan kampanye tersebut yang melibatkan generasi muda untuk ikut mendukung upaya penanggulangan penyakit TBC di Indonesia dengan meluncurkan program TB Warriors.

Sebagai salah satu rangkaian kampanye TB Warriors, Johnson & Johnson Indonesia mengadakan acara bincang santai bersama rekan media yang bertajuk Media Briefing and Casual Talk: TB Warriors pada Jumat (2/9). Sesi virtual tersebut menekankan pentingnya peran media mengajak masyarakat terutama generasi muda untuk memahami TBC dan gejalanya, menghapus stigma TBC di masyarakat, dan sekaligus mengajak generasi muda sebagai agent of change.

Country Leader of Communications & Public Affairs, PT Johnson & Johnson Indonesia, Devy Yheanne mengatakan, sebagai perusahaan perawatan kesehatan global, Tuberkulosis merupakan salah satu fokus utama perusahaan dalam hal perbaikan kesehatan masyarakat. Sejak 2015, Johnson & Johnson Indonesia menurutnya telah berperan aktif dalam program pemberantasan TBC yang berfokus pada tiga hal. Pertama, edukasi dan peningkatan kesadaran publik. Kedua, peningkatan kapasitas; dan terakhir, akses terhadap diagnosa dan perawatan.

“Oleh karena itu, kami senantiasa mendukung pemerintah dalam upaya meningkatkan kesadaran dan mengajak peran serta masyarakat untuk mencegah penyakit TBC, sehingga dapat mewujudkan Eliminasi TBC 2030 di Indonesia,” ucap Devy.

Mengingat wilayah Asia Tenggara membawa porsi tertinggi untuk beban TBC secara global, dalam menyukseskan kampanye sosialisasinya yang menyasar usia produktif 15-34 tahun, maka Johnson & Johnson membuat inovasi dengan melakukan pendekatan kreatif yaitu gerakan edukasi melalui gamifikasi yang dikemas dalam bentuk filter sosial media dan permainan virtual yang diberi nama ‘TB Warriors’.

Gerakan virtual gim TB Warriors ini akan berlanjut hingga akhir tahun 2022 dan diharapkan dapat menginspirasi dan secara tidak langsung mengubah perilaku generasi muda dalam menyikapi TBC di lingkungan mereka.

Menyusul peluncuran program edukasi dan gamifikasi TB Warriors pada Maret 2022 yang didukung oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, maka dalam kampanye di gelombang pertama (Wave 1) tersebut, yang berlangsung pada rentang Maret hingga Mei 2022, Johnson & Johnson meluncurkan empat Augmented Reality (AR) Filter yang dapat digunakan dalam platform media sosial. Bentuk filter yang diluncurkan dikemas secara interaktif dan menarik guna memberikan efektifitas terhadap sasaran kampanye sosial tersebut yaitu generasi muda.

Hal kreatif yang sama juga diterapkan pada permainan ’Hunt & Find’ (Cari & Temukan) TB Warriors (http://tbwarriors.com/id) pada kampanye di gelombang kedua (Wave 2) yang diluncurkan di bulan Juni 2022 dengan menggunakan karya dari illustrator dan kartunis Indonesia, M. Syaifuddin Ifoed.

Dalam permainan ini para pemain ditantang menemukan karakter pada gambar ilustrasi yang menunjukkan lokasi keramaian, dengan cara mencari dan menemukan ‘karakter gambar’ yang menunjukkan gejala TBC sebanyak-banyaknya dalam waktu secepat mungkin. Setelah berhasil menemukan semua karakter tersebut, pemain akan mendapatkan akses menuju informasi terkait edukasi lebih lanjut mengenai TBC dan gejalanya.

Devy menyatakan, generasi muda merupakan kelompok yang rentan terkena dampak TBC secara tidak proporsional. “Namun demikian, generasi muda juga dikenal memiliki jejaring sosial yang luas sehingga memiliki pengaruh yang luar biasa sebagai katalis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mengaktifkan partisipasi mereka sebagai agen perubahan dalam menanggulangi TBC,” katanya.

Setelah Johnson & Johnson meluncurkan permain virtual TB Warriors, kini data yang tercatat dari permainan edukasi tersebut menampilkan 6.460 pejuang Tuberkulosis di seluruh dunia. Data menunjukkan Indonesia unggul pada urutan nomor satu dalam memainkan gim TB Warriors tersebut dengan angka terbanyak yaitu di angka 3.343 dari 6.460 total pemain di Asia.

Sebagai informasi, Johnson & Johnson telah memperkenalkan permainan edukasi TB Warriors ini secara serentak ke wilayah Asia Tenggara. Para peserta gamifikasi dan permainan edukatif TB Warriors berasal dari berbagai negara, yaitu: Thailand, Filipina, Vietnam dan Indonesia.

Devy Yheanne menambahkan, permainan TB Warriors yang bersifat edukatif ini lahir dari sejumlah ide tentang bagaimana gamifikasi terbukti menjadi alat persuasi yang kuat dalam mempengaruhi perilaku kesehatan. Terutama di kalangan generasi muda, gamifikasi dapat dikembangkan menjadi alat bantu dalam meningkatkan kepedulian dan keterlibatan anak muda dalam kampanye ini – tentunya dengan cara yang ringan dan menarik. “Kami percaya dengan pendekatan ini, secara tidak langsung dapat menghidupkan kesadaran generasi muda dalam mengetahui penyebab tuberkulosis yang kami jadikan mobilisasi sebagai bagian dari gerakan kami,” kata Devy.

Sebagai upaya mempercepat penanggulangan TBC di Indonesia, pemerintah melalui Kemenko PMK baru-baru ini menggalakkan Rencana Aksi Program Terpadu Kemitraan Penanggulangan Tuberkulosis (Aksi Proteksi) yang bertujuan untuk meningkatkan peran masyarakat dan mitra dalam percepatan penanggulangan TBC dengan fokus utama pada upaya promotif, preventif, kuratif komplementer dan rehabilitatif.

PT Johnson & Johnson Indonesia yang juga menjadi salah satu mitra yang mendukung program penanggulangan Tuberkulosis di Indonesia turut hadir pada acara peluncuran dan peresmian Aksi Program Terpadu Kemitraan Penanggulangan Tuberkulosis (PROTEKSI) – Wadah Kemitraan Penanggulangan Tuberkulosis, yang dilaksanakan pada 31 Agustus 2022 di Kantor Kemenko PMK.