Home Kebencanaan Ini Dia Sistem Untuk Memandu Cegah dan Tangani Kebakaran di Rumah

Ini Dia Sistem Untuk Memandu Cegah dan Tangani Kebakaran di Rumah

Jakarta, Gatra.com - Berbagai hal menjadi pemicu kebakaran. Penerapan Sistem Keselamatan Kebakaran Lingkungan (SKKL) oleh masyarakat diharapkan menjadi titik awal untuk cegah dan tangani kebakaran rumah.

Selain memiliki dampak pada sektor ekonomi dan industri, musim kemarau juga menyimpan ancaman dalam kehidupan sehari-hari, yaitu kebakaran. Tidak hanya risiko di dataran seperti hutan, tetapi kemungkinan kebakaran rumah juga meninggi.

Kondisi cuaca yang panas juga dapat membawa dampak negatif dalam hal penanganan kebakaran. Untuk itu, masyarakat perlu meningkatkan kesadaran, kepedulian dan pengetahuan dalam mencegah dan menangani kemungkinan kebakaran rumah.

SKKL adalah suatu upaya mengikutsertakan masyarakat dalam antisipasi dan penanganan kebakaran. Damkar (pemadam kebakaran) memandu masyarakat lewat sistem ini dengan mensosialisasikan tindakan pencegahan pencegahan kebakaran pada masyarakat. Diantaranya tindakan pencegahan kebakaran di lingkungan rumah adalah sebagai berikut:

Memastikan keadaan sumber api seperti kompor di dalam rumah sudah dimatikan ketika akan meninggalkan rumah atau melakukan aktivitas lain.

Anda juga perlu berhati-hati ketika memasak atau memasang gas. Ada begitu banyak kasus kebakaran rumah yang dipicu oleh kelalaian mematikan tungku memasak sebelum keluar rumah atau melakukan aktivitas lain seperti tidur. Tidak hanya itu, komplikasi yang ditimbulkan bahan masakan atau kelalaian dalam memasang gas juga kerap menjadi pemicu terjadinya kebakaran rumah.

Memeriksa kabel listrik untuk rumah secara teratur.

Kebiasaan ini mungkin belum lumrah dilakukan masyarakat. Tetapi, lebih baik untuk memulainya semenjak dini. Kabel listrik bisa saja mengalami pengelupasan karena digigit hama. Jika tidak diperiksa secara berkala, kondisi ini menimbulkan kemungkinan tinggi untuk menyebabkan kebakaran apalagi jika kabel berada di tempat yang tersembunyi.

Selain itu, penggunaan listrik yang terus menerus menimbulkan panas. Kondisi kabel yang mengelupas memiliki potensi kebakaran sangat tinggi baik karena korsleting listrik atau gesekan induktor dengan benda yang dapat menghantarkan listrik atau menimbulkan api. Gunakan kabel listrik untuk rumah dengan memilih merek kabel terpercaya dan sudah lulus standard kualitas SNI untuk meminimalisir kebakaran atau kesetrum.

Hindari membakar sampah dekat rumah atau membuang puntung rokok

Membakar sampah di area perumahan adalah tindakan yang perlu dihindari. Potongan sampah yang dibakar dapat tertiup angin, jika masih ada api yang menyala walau kecil bisa menimbulkan kebakaran yang tak terduga. Hal ini juga berlaku untuk puntung rokok yang masih menyalam.

Di samping polusi hasil merokok, dan efek samping yang terlalu besar bagi kesehatan bersama, puntung rokok yang masih menyala membawa bahaya yang besar.

Dalam SKKL, Damkar juga memberikan pelatihan untuk menanggulangi kebakaran. Tujuannya agar masyarakat dapat melakukan penanganan pertama untuk mengurangi risiko kebakaran besar ketika kebakaran terjadi di lingkungan perumahan.

Pelatihan yang Damkar berikan berupa simulasi penanganan gas bocor dengan menggunakan handuk basah, dan cara menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) seperti fire extinguisher (tabung pemadam kebakaran) dan pompa hydrant. Hal ini penting, karena ada terdapat berbagai jenis alat pemadam kebakaran yang memiliki spesifikasi, cara pakai, dan untuk kondisi pemadaman api yang berbeda-beda.

Masyarakat juga perlu mengetahui pentingnya memiliki fire extinguisher dan meletakkannya di area-area yang memiliki risiko kebakaran seperti area dekat dapur, atau garasi kendaraan bermotor.

SKKL ini sudah dilakukan Damkar di beberapa daerah di Indonesia, seperti yang pernah dilakukan di Jakarta Timur pada tahun 2021 lalu. Kegiatan di tahun tersebut melibatkan masyarakat tingkat RW di salah satu daerah di Jakarta Timur dalam pengenalan teknik penanganan awal kebakaran.

Kegiatan sosialisasi dan simulasi SKKL ini diharapkan dapat diterapkan oleh masyarakat guna mencegah bahaya kebakaran.

Tidak hanya itu, masyarakat juga turut didorong untuk menetapkan inisiatif seperti menyediakan kantung-kantung atau sumber air dan drafting point (pemipaan atau dikenal juga sebagai penghisap air), dan jalur evakuasi mulai dari rumah sendiri hingga ke lingkungan perumahan sebagai penunjang panduan SKKL yang disosialisasikan petugas Damkar.