Home Lingkungan Tetra Pak Targetkan Tingkat Daur Ulang 50% tahun 2030

Tetra Pak Targetkan Tingkat Daur Ulang 50% tahun 2030

Jakarta, Gatra.com- Perusahaan pengemasan global Tetra Pak targetkan Tingkat Daur Ulang mencapai 50% di Indonesia pada tahun 2030. "Misi kami adalah mencapai Tingkat Daur Ulang 50 persen di Indonesia pada tahun 2030," kata Sustainability Manager Tetra Pak Indonesia dan Singapura, Reza Andreanto dalam konferensi persnya, Jumat (4/9).

Reza menambahkan, pihaknya tidak hanya komitmen untuk menyediakan produk bergizi dan aman untuk dikonsumsi. "Tetapi kami juga menjunjung tinggi nilai keberlanjutan di semua kemasan santan kelapa Tetra Pak," ungkapnya.

Salah satunya adalah memperhatikan semua proses, mulai dari desain bahan kemasan santan kelapa agar dapat didaur ulang. Hingga ke pemisahan karton minuman pasca-penggunaan oleh para konsumen.

"Pengumpulan sampah kemasan oleh mitra kami dan akhirnya diproses untuk didaur ulang oleh industri,” papar Reza.

Ia juga menjelaskan bahwa para pemangku kepentingan telah banyak menggunakan daur ulang kemasan karton minuman dalam ekonomi sirkular. Seperti PolyAl untuk lembaran atap, papan datar, produk mebel, palet pengiriman dan produk turunan kertas, seperti duplex kraft, kartu nama, catatan buku, dan juga kantong kertas.

Mengikuti misi perusahaan untuk Protect What's Good, teknologi pangan Tetra Pak menjaga kebaikan setiap santan kelapa yang dikemas, dari awal produksi hingga ke tangan konsumen dan setelah dikonsumsi.

Teknologi pemrosesan dan pengemasan Tetra Pak juga telah banyak digunakan pada produk-produk lainnya Seperti susu, teh, yogurt, jus, air kelapa, dan lain-lain.

Dengan menggabungkan jaringan global Tetra Pak dengan berbagai pemilik merek makanan dan minuman terkemuka dan pakar keamanan pangan perusahaan, perusahaan berkomitmen untuk membuat makanan aman dan tersedia di seluruh Indonesia.