Home Ekonomi Demi EBT, Energy Watch Dukung Pemerintah Gandeng Belanda Kembangkan PLTB

Demi EBT, Energy Watch Dukung Pemerintah Gandeng Belanda Kembangkan PLTB

Jakarta, Gatra.com - Kunjungan kerja Menteri BUMN, Erick Thohir, ke Belanda pekan kemarin menjadi angin segar dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Hal itu terlihat dengan kerjasama PT Pertamina dengan mitra strategis di Belanda untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).

Menurut Erick Thohir, kerjasama pengembangan PLTB ini sebagai alternatif energi terbarukan di Indonesia. Saat ini Indonesia terus mempersiapkan transisi energi dari fosil ke energi terbarukan. Salah satunya melalui pembangkit listrik tenaga angin.

Menanggapi langkah yang diambil Erick, Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan memandang, kerjasama yang dilakukan PT Pertamina dengan perusahan Belanda menjadi langkah yang baik. Kerjasama ini ia yakini bisa meningkatkan target bauran EBT yang ditargetkan pemerintah 23 persen di tahun 2025.

“Dari kerjasama ini, kita harap nanti ke depan kita bisa meningkatkan target bauran kita, apalagi kita punya target 23% pada 2025 yang akan datang target bauran energi,” kata Mamit saat dihubungi, Senin (5/9).

Selain target bauran energi, Indonesia juga punya target mengurangi efek rumah kaca pada 2030 sebesar 29 persen, maka rencana pengembangan PLTB di Indonesia sangat tepat dan juga Indonesia memiliki potensi angin yang lumayan cukup besar.

“Saya kira langkah ini sangat bagus. Apalagi untuk tenaga angin ini, kita punya potensi yang lumayan cukup besar lah. Memang tidak terlalu besar jika dibandingkan panas PLTS, tetapi paling tidak memang potensinya ada,” ucapnya.

Atas dasar itu, diharapkan dengan adanya kerjasama ini maka dari sektor pembiayaan dari pengembangan PLTB juga ikut terbantu lewat skema investasi. Sehingga, kunjungan Erick ke belanda pun didorong sekaligus membawa calon investor yang tepat untuk pengembangan EBT di tanah air.

“PLTB ini kan besar teknologinya dari luar. Biayanya juga besar. Yang pasti saya mengharapkan juga bahwa ini perusahaan Belanda tersebut menanam investasi di Indonesia dalam artian membuat produk-produknya di Indonesia, sehingga bisa memberikan multiplier effect bagi pengembangan EBT,” jelasnya.

Di Indonesia, lanjut Mamit sudah ada beberapa pengembangan PLTB dibeberapa daerah, seperti di Sulawesi Selatan dan juga di Kalimantan. Menariknya, daerah Kalimantan ke depan akan menjadi pusat ibu kota negara dan menurut Mamit, sangat tepat apabila pembangunan IKN juga dibarengi pertumbuhan penggunaan EBT didalamnya.

“Karena nanti IKN itu rencananya menggunakan EBT kan sumber listrik, saya kira ini bagus dan memang dimulai dari Kalimantan yang potensi dimiliki,” ujar Mamit menandaskan.

67