Home Regional Bikin Bangga! Syaura asal Yogyakarta Jadi Pemenang di The VH Award

Bikin Bangga! Syaura asal Yogyakarta Jadi Pemenang di The VH Award

Jakarta, Gatra.com- Museum MACAN dengan bangga akan mempresentasikan karya-karya dari finalis VH AWARD ke-4, sebuah penghargaan bergengsi di Asia yang diberikan untuk perupa media baru.

Presentasi di Museum MACAN yang akan dihadirkan pada hari ini, Kamis (8/9) akan menampilkan karya multimedia dari seluruh finalis VH AWARD ke-4, di antaranya Lawrence Lek, pemenang utama yang berbasis di London; Doreen Chan yang saat ini tinggal di Chicago, Paribartana Mohanty yang tinggal dan bekerja di New Delhi, Jungwon Seo yang berbasis di Seoul; dan Syaura Qotrunadha yang tinggal di Yogyakarta.

Salah satu pemenang utama yang hadir pada hari ini merupakan Syaura, gadis asal Yogyakarta tersebut berhasil membanggakan Indonesia di kancah Internasional, Ia dan para pemenang lainnya berhasil membuat karya melibatkan penggunaan teknologi dengan cara yang baru dan membangun koneksi yang baru, dengan subjek yang berkisar pada hubungan manusia dengan kecerdasan artifisial hingga masalah sosial dan ekologi yang mendesak di zaman ini.

Syaura menceritakan terkait proses dan perjalanannya selama mengikuti penghargaan tersebut dalam acara konferensi pers hari ini. "Waktu selama Award banyak ketemu hal menarik, apalagi di masa produksi di luar negeri dan masa presidensi."

Menurutnya dengan bertemu banyak finalis membuatnya semakin berkembang dan mendapatkan saran serta hal-hal baru yang dimana media di Indonesia belum semaksimal media luar.

"Aku banyak belajar dan diskusi terkait metode karena finalis lain juga backgroundnya berbeda beda, subjeknya beda, banyak masukkan dari situ" jelasnya.

Selama proses pembuatan karyanya, Syaura membagikan bahwa waktu dalam proses pembuatannya memakan waktu 6 bulan. "Prosesnya 6 sudah sampai selesai semua, itu sudah proses syuting dan editing. Karena setiap pameran formatnya berbeda-beda." Katanya.

Untuk mahakaryanya, Syaura membuat video kolase karya perupa asal Indonesia yang mengeksplorasi hubungan antara air dan migrasi makhluk hidup.

Karya ini berspekulasi tentang masa depan alam manusia. Syaura mengawali dengan sebuah pengingat bahwa lebih dari 65 persen bagian tubuh kita adalah air, berbicara kepada kita melalui hubungan antara sel-sel terkecil dalam tubuh kita dan air samudera bumi.

Visual karya videonya menghadirkan pengalaman seakan manusia tengah melihat melalui sebuah mikroskop, menunjukkan bahwa wawasan para pendahulu kita dapat membantu kita melihat apa yang tak kasatmata, namun sebenarnya berada tepat di depan kita.

Awalnya gambar-gambar dalam karya ini tampak seperti benda asing di luar tubuh kita, tetapi dengan menonton Fluidity of Future Machines, seseorang menyadari bahwa mereka juga melihat, dengan cara tertentu, diri mereka sendiri.

Pameran yang dilangsungkan di Museum MACAN merupakan bagian dari serangkaian presentasi global karya-karya para finalis, yang mencakup pemutaran eksklusif di New Museum selama Frieze New York, presentasi daring dengan Elektra, yakni sebuah media internasional dan organisasi seni kontemporer digital yang berbasis di Montréal, Québec, Kanada, serta presentasi mendatang di Ars Electronica Festival, salah satu festival seni media terpenting di dunia.