Home Internasional CEO Business Indonesia Merambah Kanada

CEO Business Indonesia Merambah Kanada

Toronto, Gatra.com -  Konsul Jendral RI di Toronto, Dyah Lestari Asmarani mengatakan Indonesia dengan Kanada memiliki hubungan yang sangat baik sejak lama. 

“Akan sangat baik bila menjalin kerja sama yang lebih erat dalam menghadapi gejolak ekonomi global akibat krisis energi dan perubahan iklim secara ekstrim,” kata Dyah Lestari Asmarani, saat menerima kunjungan Ketum CEO Business Forum Indonesia, Jahja B Soenarjo, Rabu (7/9). 

Dyah menjelaskan bahwa ada banyak hal yang dibicarakan dengan Jahja B Soenarjo, termasuk bagaimana menangkap peluang untuk menggarap Ontario sebagai provinsi dengan penduduk terbanyak yaitu 15 juta dan 20% yang tinggal di Toronto, pusat bisnis di negara Amerika Utara ini.

“Pertemuan berlangsung cukup lama membahas beberapa hal pokok, di antaranya penetrasi pasar utk UMKM berkolaborasi dengan Diaspora yang memiliki akses distribusi pasar, bukan hanya sebagai konsumen,” kata Dyah. 

Program ini lanjut Dyah akan menggandeng pula PT Bawa Indonesia Global (BIG), yang membangun ekosistem komprehensif bagi pelaku UKM untuk masuk pasar ekspor. 

“Dibahas pula bagaimana eksplorasi peluang pasar untuk para pengusaha anggota CBF Indonesia dan rencana  Indonesia Exposition & Business Meeting 2023 di Toronto. Juga digagas forum khusus untuk melakukan mematangkan persiapan,” katanya. 

Selain itu, kata Dyah juga menjajaki peluang kerja sama bidang pendidikan dan kesehatan antara universitas dan rumah sakit Indonesia dengan institusi serupa di Kanada. 

“Menjembatani program sister city antara kota di Ontario dengan kota di Indonesia yang potensial, salah satunya Bogor,” katanya.

Dyah juga menyebut pembahasa menyangkut bagaimana mensukseskan program Indonesia Spice Up the World dan mengkampanyekan kuliner asli Indonesia untuk masyarakat Kanada, melalui edukasi maupun pengembangan menu-menu kreatif. 

“Bisa saja ada demo memasak pasta dengan topping berbumbu rendang atau kari, ramen rawon, atau apapun,” ujarnya.
 
Dalam pertemuan tersebut juga dilanjutkan dengan jamuan rehat kopi bersama sejumlah diaspora yang berbisnis di sana, di antaranya Caldera Coffee, Archipelago, Jajanan Indo.

“Terbuka peluang untuk penetrasi produk teh, kopi, moringa, bumbu-bumbu, kripik dan pangan lainnya, namun harus memenuhi persyaratan serta story-telling yang jelas. Bumbu misalnya, akan lebih baik dilengkapi video cara memasaknya di Youtube channel. Batik, asesori dan kerajinan akan lebih lengkap bila lebih digalakkan melalui keikutsertaan festival selain sosial media,” ujar Dyah.

Dyah menambahkan bahwa akhir-akhir ini perwakilan-perwakilan RI di luar negeri, baik para pejabat KBRI, KJRI maupun ITPC sangat aktif dan siap menjadi ‘real marketer’ bagi Indonesia di tempat mereka bertugas.

CEO Business Forum Indonesia yang dilabel sebagai ‘real deal community’ oleh Tantowi Yahya salah satu pendirinya, berencana akan menggandeng pula pula KADIN, APINDO, PSMTI, INTI dan organisasi lain untuk berkolaborasi secara inklusif. 

KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR