Home Olahraga Eropa Dominan, Afrika Cetak Sejarah, Amerika Gagal Menang

Eropa Dominan, Afrika Cetak Sejarah, Amerika Gagal Menang

New York, Gatra.com – Petenis asal Eropa mendominasi pagelaran Grand Slam Amerika Terbuka 2022 bagian putri. Tiga wakil dari benua biru itu berhasil menembus babak semifinal. Satu lagi, merupakan wakil dari benua Afrika.

Eropa mengirimkan nama Aryna Sabalenka dari Belarusia, Caroline Garcia dari Prancis dan Iga Swiatek dari Polandia. Adapun Afrika diwakili oleh Ons Jabeur yang berasal dari Tunisia.

Baca Juga:

Antony Hengkang, Erik ten Hag Cabut, Ajax Amsterdam Tetap Berbahaya

Sabalenka melaju ke babak empat besar usai menaklukkan petenis Republik Ceko Karolina Pliskova di babak perempat final. Adapun Caroline Garcia menyingkirkan wakil Amerika Coco Gauff.

Sementara Iga Swiatek menaklukkan wakil Amerika Serikat Jessica Pegula. Di satu sisi, Ons Jabeur berhasil mengalahkan petenis Australia Ajla Tomljanovic. Sosok yang dikalahkan Jabeur, sebelumnya menghentikan laju ratu tenis, Serena Williams.

Bagi Jabeur, ini menjadi sejarah. Dia menjadi petenis putri Afrika pertama yang mencapai semifinal AS Terbuka. Sebelumnya, Jabeur juga mencatatkan sejarah pada sebagai petenis putri Afrika pertama yang mencapai final Wimbledon.

Di babak empat besar, Jabeur akan menantang Caroline Garcia. Jabeur merupakan unggulan kelima dalam turnamen ini, sementara Garcia merupakan unggulan ke-17. Satu semifinal lain mempertemukan Iga Swiatek dengan Aryna Sabalenka. Keempat pemain ini akan bertanding di Arthur Ashe Stadium, Jumat (9/9) pagi WIB.

Baca Juga:

Napoli Fantastis, Tampil Kesetanan, Liverpool Hancur Lebur

Dari empat nama tersebut, Iga Swiatek merupakan unggulan utama. Selain berada di peringkat 1 dunia, Swiatek juga sudah menjuarai 1 gelar Grand Slam pada tahun ini. Swiatek sebelumnya menjadi juara Paris Terbuka 2022 usai mengalahkan Coco Gauff.

Hanya saja, nama Ons Jabeur tak boleh dipandang sebelah mata. Sebelum di Amerika Terbuka, Jabeur juga berhasil menembus babak final Wimbledon 2022. Namun Jabeur menyerah dari petenis asal Kazakhstan, Elena Rybakina.

Seri perdana Grand Slam tahun ini digelar dalam Australia Terbuka. Di Australia, Ashleigh Barty tampil sebagai juara setelah mengalahkan petenis Amerika Danielle Collins.