Home Internasional Penembakan di Memphis Dilakukan Remaja 19 Tahun, 4 Tewas

Penembakan di Memphis Dilakukan Remaja 19 Tahun, 4 Tewas

Memphis, Gatra.com - Empat orang tewas dan tiga lainnya terluka setelah seorang pria berusia 19 tahun melakukan penembakan di Memphis, Tennessee, Amerika Serikat. 

Penjelasan itu disampaikan departemen kepolisian kota itu dalam jumpa pers, dikutip Reuters, Kamis pagi (8/9).

Kepala Polisi Memphis CJ Davis mengatakan bahwa tersangka Yehezkiel Kelly ditangkap pada hari Rabu, setelah beberapa kali melakukan penembakan. Setidaknya satu dari penembakan itu diposting di Facebook.

Sebelumnya pada hari Rabu, polisi telah memperingatkan masyarakat untuk tetap berada di dalam rumah sampai tersangka ditahan. Polisi memperingatkan mereka mengenai seorang pria bersenjata dan berbahaya yang bertanggung jawab atas beberapa penembakan.

"Kami mendapat laporan bahwa dia merekam tindakannya di Facebook," kata polisi setempat.

Satu video singkat yang diposting di Facebook menunjukkan seorang pria mengoceh secara "nyata" dan menggunakan bahasa kasar saat dia membuka pintu toko dan menembak dua kali ke seseorang. Reuters tidak dapat memverifikasi keaslian video tersebut.

Sementara, AFP melaporkan bahwa Kelly diduga telah membunuh korban pertamanya tepat setelah tengah malam pada hari Rabu, dan melakukan penembakan kemudian di seluruh kota Tennessee pada sore dan sore hari.

Polisi menyebut setidaknya ada delapan TKP yang berbeda, termasuk perampasan mobil dan penembakan di sebuah toko lokal. Kelly telah menyiarkan langsung bagian dari kesenangannya itu melalui media sosial.

"Ezekiel Kelly ada di Facebook Live ketika dia melepaskan tembakan di dalam toko," kata Davis.

AS mengamati tingginya kasus penembakan massal dan kekerasan senjata lainnya. Namun Kongres enggan meloloskan undang-undang kontrol senjata yang ketat karena terbelah secara politik.

Menurut Arsip Kekerasan Senjata, setidaknya 490 orang telah tewas dalam penembakan massal dan pembunuhan massal di AS pada tahun 2022. Tercatat 14.050 orang tewas dalam insiden terkait senjata selama periode yang sama, tidak termasuk bunuh diri.

Kota Memphis menjadi tempat dari serangkaian kasus pembunuhan tingkat tinggi dalam beberapa bulan terakhir, termasuk pembunuhan seorang pendeta dalam perampasan mobil dan penculikan serta pembunuhan minggu lalu terhadap seorang wanita yang sedang dalam pelarian.

"Saya marah. Saya marah kepada (para korban) dan saya marah kepada warga kami yang harus berlindung di tempat, demi keselamatan mereka sendiri sampai tersangka ini ditangkap," kata Walikota Memphis, Jim Strickland setelah penembakan hari Rabu.

"Ini bukan cara bagi kita untuk hidup, dan itu tidak dapat diterima," tambahnya.