Home Regional Masjid Tanjak Batam Senilai Rp39 M, Plafonnya Runtuh

Masjid Tanjak Batam Senilai Rp39 M, Plafonnya Runtuh

Batam, Gatra.com -  Plafon Masjid Tanwirun Naja atau yang biasa disebut Masjid Tanjak, di Kawasan Bandara Internasional Hang Nadim, Batam roboh, Kamis (8/9). Masjid yang menelan biaya sebesar Rp39 miliar dari PNBP, terlihat porak poranda di bagian dalam bangunan.

Masjid Tanjak yang diresmikan oleh Kemenko Perekonomian Airlangga Hartanto pada Juni 2022 lalu, sempat digadang-gadang sebagai ikon baru Kota Batam sekaligus menjadi destinasi wisata religi. Untuk mencegah korban jiwa, setelah ambruk masyarakat dilarang untuk beribadah di dalam Masjid.

Kerusakan struktur plafon Masjid itu terbilang parah, di lokasi terlihat puing-puing berserakan. Tak hanya itu, besi pengikat plafon juga terlihat jelas dan motif bunga di atas juga terlihat rusak parah. Di lokasi terlihat para pekerja tengah mengangkut reruntuhan puing plafon. Beruntung tidak ada korban jiwa saat peristiwa itu terjadi.

Belum diketahui persis penyebab runtuhnya plafon di bangunan itu, namun saat ini terlihat sudah ada petugas yang berjaga di area masjid. Sejumlah petugas Ditpam BP Batam juga terlihat berjaga dilokasi, video kejadian tersebut juga sempat viral di media sosial.

Saat peresmian disebutkan bahwa Kontraktor pemenang tender ialah PT Nenci Citra Pratama, Konsultan Perencana Ir. Y. Seno Prakoso, MT dan Konsultan Supervisi PT. Narga Saraba Bhumi. Sebelum plafon roboh, bagian dalam Masjid juga mengalami banjir.

Badan Pengusahaan (BP) Batam, selaku pengelola bangunan menyatakan kerusakan pada plafon masjid ikonik tersebut akan segera ditanggulangi.

Pihaknya memprediksi memasuki paruh akhir Tahun 2022, Indonesia dihadapi dengan tingginya intensitas curah hujan di sejumlah titik wilayah termasuk Kota Batam. Hal ini diduga yang mengakibatkan kerusakan pada salah satu destinasi wisata religi Kota Batam.

“Memang benar plafon masjidnya jatuh. Karena kelembaban yang ada di plafon masjid tersebut,” kata, Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait pada Kamis (8/9).

Ia mengatakan, saat ini Masjid Tanjak Batam ditutup untuk umum dan akan dilakukan perbaikan atas kerusakan tersebut. “Ini masih tanggung jawab dari kontraktor karena masih dalam masa pemeliharaan,” tuturnya.